Bangunan Tertua di Indonesia, Ada Cerita Menarik hingga Mitos

Tri Erysandi ยท Senin, 19 September 2022 - 19:42:00 WIB
Bangunan Tertua di Indonesia, Ada Cerita Menarik hingga Mitos
Bangunan tertua di Indonesia sangat menarik untuk diketahui, tersimpan cerita unik dan bersejarah. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Bangunan tertua di Indonesia sangat menarik untuk diketahui. Terlebih lagi tersimpan cerita unik dan bersejarah di balik bangunan tersebut.

Indonesia memiliki banyak sejarah, mulai dari sejarah budaya, kuliner dan juga arsitektur bangunan. Ditambah pada saat itu Belanda menjajah Indonesia yang membuat banyak bangunan-bangunan tua dulunya merupakan kantor dan hotel-hotel belanda yang masih berdiri sampai saat ini. 

Berikut 10 bangunan tertua di Indonesia:

1. Menara Jam Gadang

Dalam bahasa minangkabau, Jam Gadang berarti jam besar terletak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kini menara tersebut menjadi objek wisata dan dipercantik lagi dengan dibuatnya taman di sekitar. 

Dibangun pada masa Hindia-Belanda 1926-1927 atas saran Henderik Roelof Rookmaaker dengan arsitek yang berasal dari Kota Gadang bernama Yazid Rajo Mangkuto. Jamnya merupakan pemberian Ratu Belanda Wilhelmina.

Jam Gadang  dibangun tanpa menggunakan besi penyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur dan pasir putih. 

Memiliki denah dasar seluas 13x4 meter dan bagian dalam jam memiliki tinggi 26 meter yang terdiri dari beberapa tingkat serta tingkat teratas merupakan tempat penyimpanan bandul. Bandul jam gadang sempat patah pada 2007 akibat gempa.

2. Kota Tua

Dikenal dengan sebutan Old Batavia atau Batavia lama, Kota Tua menjadi bangunan paling tua dan bersejarah yang ada di Indonesia. Memiliki luas 1,3 kilometer di tengah antara Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Kota Tua menjadi bangunan bersejarah karena mengalami beberapa peristiwa seperti perebutan oleh Pangeran Fatahillah kepada Sunda Kelapa dan menjadi pusat penguasaan VOC yang menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata menarik untuk dikunjungi.

Pada 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan itu ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota yang tersisa di sana. 

3. Masjid Istiqlal

Masjid terbesar di Asia Tenggara yang merupakan hasil perundingan beberapa tokoh agama Islam pada 1944 di Rumah Presiden Soekarno yang berada di Pegangsaan Timur No. 56 yang sekarang menjadi Jalan proklamasi, Jakarta.

Pada awalnya musyawarah tersebut gagal karena penjajahan Jepang masih berkuasa. Pada 1950-an berniat untuk membangun tempat ibadah agama Islam di pusat Kota Jakarta, kemudian di inisiatifkan kembali oleh Menteri Agama (Menag) saat itu Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto.  

Masjid ini diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978 ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam. Biaya pembangunan diperoleh terutama dari APBN sebesar Rp7.000.000.000.

4. Gedung Sate

Gedung Sate adalah bangunan bersejarah  yang tidak hanya terkenal di Indonesia namun juga terkenal sampai mancanegara. Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan belanda sekitar tahun 1920-an dan saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. 

Pada awalnya bangunan ini bernama Gedung Hebe atau GB (Gouvernements Bedrijven). Peletakan batu pertama saat awal gedung ini dibangun dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, anak pertama dari Wali Kota Bandung bernama B. coops yang menjadi pengganti atau mewakili Gubernur Jenderal Batavia, yaitu J.P.Graaf Van Limburg Stirum.

Pada 1945 Gedung Sate digunakan sebagai kantor pusat Pekerjaan Umum. Kemudian pada 1980 gedung ini digunakan sebagai Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat sampai saat ini.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: