10 Pelabuhan Tertua di Indonesia, Nomor 1 Pernah Jadi Pusat Komando Usaha VOC

Fajar Hendra Jaya ยท Senin, 05 September 2022 - 14:08:00 WIB
10 Pelabuhan Tertua di Indonesia, Nomor 1 Pernah Jadi Pusat Komando Usaha VOC
Pelabuhan tertua di Indonesia, salah satunya Pelabuhan Sunda Kelapa. (Foto: Dok. SINDOnews).

JAKARTA, iNews.id - Pelabuhan tertua di Indonesia, salah satunya ada yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan. Pelabuhan ini banyak dijadikan sebagai tempat transportasi untuk memasarkan perdagangan rempah-rempah dan dijadikan sebagai tempat para penjajah menyandarkan kapal untuk melakukan monopoli rempah di Indonesia.

Pelabuhan ini juga dijadikan sebagai tempat moda transportasi bagi penumpang untuk melakukan transmigrasi mencari tempat perlindungan, saat wilayah mereka dirasa tidak aman akan penjajah dan mencari tempat baru yang lebih aman. 

Berikut pelabuhan tertua yang ada di Indonesia:

1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Dahulu merupakan pelabuhan dari Kerajaan Pajajaran. Namun saat kerajaan Pajajaran runtuh, pelabuhan ini dialihfungsikan sebagai pusat komando usaha VOC di Hindia Timur. 

Lokasinya berada di Batavia. Di lokasi ini barang-barang dagangan dikumpulkan sebelum dikirim ke Eropa. Sunda Kelapa jadi pelabuhan utama Batavia sampai akhir abad ke-19 sebelum dipindah ke Tanjung Priok. 

2.  Pulau Onrust

Pada abad ke 17-19, banyak kapal VOC yang berasal dari Belanda berlabuh ke salah satu pulau di kawasan Kepulauan Seribu, yakni Pulau Onrust. Pelaut dari negeri kincir angin itu kerap kali beristirahat di sana sebelum menuju Pelabuhan Sunda Kelapa.  

Pada 1610, Pulau Onrust yang sekarang sepi sudah dijadikan sebagai pangkalan Angkatan Laut (AL), sehingga banyak kapal lalu lalang di Pulau Onrust. Namun, pulau ini sempat hancur akibat perebutan yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris pada 1816. 

Namun pada 1883, pulau ini mulai sepi akibat dibangunnya pelabuhan Tanjung Priok yang lebih efektif dalam melayani aktivitas perkapalan di perairan Jakarta.

3. Pelabuhan Paotere

Lokasinya terpaut 5 kilometer dari pusat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelabuhan ini digunakan untuk menyandarkan kapal Pinisi yang digunakan oleh suku Bugis berlayar mengarungi samudera. Selain itu, pelabuhan ini juga digunakan untuk menyandarkan sandeq, yaitu kapal nelayan bercadik yang digunakan untuk mencari ikan di perairan laut Makassar. 

Pelabuhan Paotere merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dari abad ke-14. Di pelabuhan ini juga sering sekali digunakan dalam perniagaan jual beli ikan segar yang ditangkap langsung oleh suku Mandar.

4. Pelabuhan Buleleng

Pada masa penjajahan Belanda, menjadi lokasi bongkar muat kapal barang dan tempat kapal pesiar asing lempar sauh. Sehingga banyak kapal yang bersandar di pelabuhan Buleleng dan menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di kepulauan Sunda Kecil Saat itu.  

Pelabuhan ini menjadi salah satu peninggalan dari Kerajaan Buleleng yang digunakan untuk melakukan perdagangan rempah dan pihak asing di Singaraja. Namun, semenjak ibu kota Bali dipindahkan ke Denpasar, Pelabuhan Buleleng berangsur sepi dan pamornya pun mulai redup. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: