Aniaya Guru, Ayah dan Kakak Siswa Ditahan Polres Lombok Timur

Antara ยท Jumat, 16 Februari 2018 - 19:13 WIB
Aniaya Guru, Ayah dan Kakak Siswa Ditahan Polres Lombok Timur
Ayah dan kakak siswa diduga menganiaya guru honorer SD Negeri 4 Rarang. (Ilustrasi: Okezone)

MATARAM, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menahan dua warga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penganiayaan Basarun Mustajab (29), guru honorer Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Rarang. Keduanya adalah ayah dan kakak salah seorang siswa di sekolah itu.

“Tersangka sudah ditahan. Mereka dimasukkan ke dalam sel tahanan pada Kamis (15/6/2018) malam,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Joko Tamtomo ketika dihubungi dari Mataram, Jumat (16/2/2018).

Penyidik Polres Lombok Timur menahan pelaku untuk mempermudah proses penyidikan dan mencegah upaya melarikan diri. Dua tersangka pelaku itu diduga menganiaya Basarun Mustajab pada Sabtu, 3 Februari 2018. Penganiayaan diduga dilakukan ayah dan kakak dari salah seorang siswa di dalam ruang kelas VI B dan disaksikan murid yang sedang belajar. Kedua tersangka pelaku juga dilaporkan merusak kaca jendela ruang kelas V dan kelas VI.

BACA JUGA:

Aniaya Kepala Sekolah di Bolaang Mongondow, Orang Tua Siswa Ditahan

Jenguk Kepsek Dianiaya, Kemendikbud Usut Serius Penganiayaan Guru

Kisah Budi, Guru yang Tewas Dianiaya Siswa dan Biola Kesayangannya



Dari keterangan Basarun Mustajab kepada polisi, tindak penganiayaan berawal dari dua siswa kelas VI B yang tidak saling bertegur sapa. Sang guru kemudian mencoba untuk mendamaikan kedua muridnya dengan cara saling memaafkan.

Namun, salah satu dari siswa tidak mau saling bermaafan. Basarun kemudian mengatakan kepada siswa tersebut bahwa dia akan memindahkan salah satunya ke ruang kelas VI A. Mendengar hal itu, salah seorang siswa merasa takut dan menangis minta pulang. Siswa itu juga menelepon orang tuanya untuk menjemput di sekolah. Selanjutnya, ayah dan kakak siswa tersebut mendatangi sekolahnya dan menganiaya guru honorer SD Negeri 4 Rarang.


Editor : Maria Christina