Aniaya Kepala Sekolah di Bolaang Mongondow, Orang Tua Siswa Ditahan

Risnan Labenjang ยท Rabu, 14 Februari 2018 - 16:17 WIB
Aniaya Kepala Sekolah di Bolaang Mongondow, Orang Tua Siswa Ditahan
Kapolsek Lolak AKP Suharno mendatangi ruang kepala sekolah SMPN 4 Lola, Bolaang Mongondow, Sulut. (Foto: iNews/Risnan Labenjang)

BOLAANG MONGONDOW, iNews.id – Kekerasan di sekolah kembali terjadi. Seorang kepala sekolah di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), dianiaya oleh orang tua siswa hingga babak belur. Korban mengalami patah hidung akibat lemparan meja kaca dan luka robek di bagian tangan dan kepala. Saat ini, pelaku penganiayaan sudah ditahan di Mapolsek Lolak.

Berita dan foto-foto pascapenganiayaan kepala sekolah ini pun dengan cepat beredar luas di media sosial dan mendapat kecaman dari netizen. Peristiwa ini terjadi di ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, Astri Tampi (57), pada Selasa, 13 Februari 2018 pagi, sekitar pukul 10.00 Wita. Dia dianiaya oleh DP alias Mart (41), orang tua siswa di SMP tersebut. Atas kejadian itu, Astri langsung melaporkan DP ke Polsek Lolak. Korban juga sudah dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandow Manado untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lolak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suharno mengatakan, saat ini pelaku penganiayaan, DP alis Mart sudah ditahan di Mapolsek Lolak. Pelaku akan dijerat dengan pasal 351 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Korban diantarkan keluarganya melapor ke Polsek Lolak sekitar jam 11.00 Wita kemarin. Korban mengaku telah dianiaya salah satu orang tua siswa di SMP Negeri 4 Lolak,” kata AKP Suharno kepada wartawan di Mapolsek Lolak, Rabu (14/2/2018).

Dari laporan korban, dia tidak memanggil orang tua siswa ke sekolah. Pelaku datang atas inisiatif sendiri karena anaknya merasa dituduh mengunggah persoalan di SMP Negeri 4 Lolak ke media sosial. Akibatnya, beredar berita tidak sedap di masyarakat mengenai anaknya. Orang tua tidak terima anaknya dituduh mengunggah masalah sekolah ke media sosial.

Kemudian, orang tua siswa dipanggil oleh kepala sekolah ke ruangannya. Dia memberikan pengertian kepada pelaku dan meminta membuat pernyataan supaya kejadian itu tidak terulang kembali. “Namun, orang tua siswa emoisi dan tidak menerima teguran tersebut. Dia menendang meja kaca, kemudian memukul juga dengan meja kaca yang sudah pecah sehingga korban mengalami luka di bagian hidung, kepala, dan tangan,” papar AKP Suharno.


Editor : Maria Christina