Anggota TNI di Rejang Lebong Tewas Dikeroyok Sejumlah Pemuda, 1 Anggota Lain Kritis

Antara ยท Jumat, 01 Januari 2021 - 21:14:00 WIB
Anggota TNI di Rejang Lebong Tewas Dikeroyok Sejumlah Pemuda, 1 Anggota Lain Kritis
Dua anggota TNI dikeroyok sejumlah pemuda di Rejang Lebong, Bengkulu. Satu di antaranya tewas. (Foto: Antara)

REJANG LEBONG, iNews.id - Seorang anggota TNI yang bertugas di Yonif 144/Jaya Yudha, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tewas dikeroyok sejumlah pemuda pada malam pergantian tahun baru, Kamis (31/12/2020) malam. Korban diketahui bernama Prada Yopan Setiandi (21). 

Diperoleh informasi, aksi pengeroyokan terjadi saat Prada Yopan Setiandi bersama rekannya, Pratu Agus Salim sedang berada di Lapangan Setia Negara Curup, Kamis (31/12/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. 

Tanpa sebab jelas, keduanya dikeroyok sejumlah pemuda. Nahas, Prada Yopan mengembuskan napas terakhir akibat luka serius sedangkan rekannya, Pratu Agus Salim selamat meski harus dirawat intensif akibat luka serius.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno didampingi Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Sigit Purwoko bertempat di Mapolres Rejang Lebong, Jumat sore, membenarkan adanya kejadian pengeroyokan terhadap dua anggota TNI yang menyebabkan korbannya terluka parah dan satu orang lainnya meninggal dunia akibat adanya kesalahpahaman antara korban dengan para pelaku.

"Terjadi akibat kesalahpahaman antara korban dengan para pemuda itu sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korbannya luka berat," katanya, Jumat (1/1/2021).

Dia menjelaskan, setelah kejadian pengeroyokan yang menyebabkan anggota TNI ini mengalami sejumlah luka tusuk benda tajam pihaknya bersama dengan Kodim 0409/Rejang Lebong langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan lima orang termasuk barang bukti senjata tajam yang digunakan menusuk dua anggota TNI tersebut.

Adapun lima orang yang mereka amankan ini, katanya, empat orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni RE, BO, RO, AK, sedangkan satu orang lainnya yaitu DA masih berstatus sebagai saksi.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: