5 Fakta Masjid Jami Al-Riyadh, Didirikan Habib Ali Kwitang hingga Tempat Persembunyian Soekarno

Faqihah Husnul Khatimah ยท Rabu, 21 September 2022 - 12:18:00 WIB
5 Fakta Masjid Jami Al-Riyadh, Didirikan Habib Ali Kwitang hingga Tempat Persembunyian Soekarno
Fakta Masjid Jami Al-Riyadh merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Fakta Masjid Jami Al-Riyadh merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Dalam sejarahnya, masjid tersebut ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia.

Masjid Jami Al-Riyadh berlokasi di Jalan Kembang VI No.4A, RT.1/RW.2, Kwitang, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat. Masjid ini juga disebut Masjid Kwitang.

Masjid Jami Al-Riyadh memiliki sejarah berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Pendirinya, Habib Ali Kwitang, juga berhubungan erat dengan tokoh proklamator kemerdekaan Indonesia, yaitu Soekarno

Berikut rangkuman dari sejumlah sumber tentang fakta Masjid Jami Al-Riyadh:

1. Berdiri pada Zaman Penjajahan Belanda 

Didirikan oleh Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Ali Kwitang pada 1938 di Jakarta. Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama Betawi termasyhur di abad ke-20. Dia menyebarkan dakwah sampai ke negara tetangga. 

Bangunan Masjid Jami Al-Riyadh awalnya bernama Al Makmur. Masjid ini sempat kebakaran dan dilakukan renovasi. Penamaan masjid ini pun diubah menjadi Khuwatul Ummah. 

Kemudian, gurunya dari Hadramaut memerintahkan nama masjid itu diubah menjadi Masjid Al Riyadh, yang artinya Taman Surga. Masjid tersebut menjadi saksi bisu sejarah Indonesia dari zaman penjajahan belanda, Jepang hingga era kemerdekaan.

2. Berawal dari Surau

Awalnya Masjid Jami Al-Riyadh hanya sebuah surau yang memiliki desain rumah panggung. Bahan bangunannya masih menggunakan kayu seperti rumah Belanda. 

Seiring berjalannya waktu, arsitektur masjid ini disulap megah dengan dua lantai di atas luas lahan 1.000 meter persegi. 

Masjid juga didominasi oleh tiang-tiang besar segi empat. Sayangnya, masjid ini tidak memiliki halaman luas karena berada di tengah-tengah permukiman penduduk. 

Kapasitas jamaah yang dapat ditampung mencapai 150-200 orang. Selain tempat dakwah dan beribadah yang bersejarah, fakta Masjid Jami Al-Riyadh merupakan berkembang membentuk Islamic Center Indonesia. 

Dari masjid ini juga dibentuk sekolah formal bernama Madrasah Diniyyah Al Riyadh yang berdiri pada 1975. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: