5 Fakta Kepsek Tewas Ditikam Orang Tua Murid gegara Anak Dilarang Ujian, Nomor 3 Tak Disangka

Joni Nura ยท Rabu, 09 Juni 2021 - 14:50:00 WIB
5 Fakta Kepsek Tewas Ditikam Orang Tua Murid gegara Anak Dilarang Ujian, Nomor 3 Tak Disangka
Jenazah Kepsek SD Inpres Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, dibawa ke rumah duka, Rabu (9/6/2021). (Foto: iNews/Joni Nura)

NAGEKEO, iNews.id - Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditikam orang tua murid, Selasa (8/6/2021). Pelaku Didakus Dame (45), kesal dan sakit hati anaknya dilarang ujian gara-gara uang komite sekolahnya belum lunas.

Kepsek yang ditikam dengan sangkur, Delfina Azi (59), akhirnya tewas setelah dirawat di RSUD Ende, Rabu (9/6/2021), pukul 03.00 dini hari. Korban yang mengalami luka robek di perut bagian kanan itu sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas Nangaroro.

Berikut fakta-fakta terkait penikaman kepsek tersebut:

1. Pelaku Sakit Hati Anaknya Dilarang Ikut Ujian Sekolah 

Kapolsek Nangaroro Iptu Sudarmin Syafrudin mengatakan, Kepsek SDI Ndora Delfina Azi (59) ditikam orang tua murid karena sakit hati dan kesal anaknya dilarang mengikuti ujian sekolah kenaikan kelas. 

Penyebabnya, anak pelaku belum melunasi uang Komite Sekolah sebesar Rp1,7 juta. Sekolah lalu meminta anak tersebut pulang. Siswa tersebut lalu mengadu kepada orang tuanya, Didakus Dame.

"Anak pelaku DD disuruh pulang untuk tidak boleh ikuti ujian kenaikan kelas," kata Kapolsek Nangaroro, Rabu (9/6/2021).


2. Pelaku sempat Mengadu ke Kepala Desa

Setelah mendapat informasi dari anaknya, pelaku Didakus Dame sempat ke rumah Kepala Desa Ulupulu Emilianus Meze. Warga Nagemi, Desa Ulupulu itu mengadukan tentang anaknya yang tidak bisa mengikuti ujian kenaikan kelas karena belum melunasi uang Komite Sekolah. 


3. Pelaku Ambil Sangkur Milik Kepala Desa

Saat menyampaikan keluhan terkait anaknya yang dilarang ikut ujian, pelaku Didakus Dame melihat sangkur milik kepala desa yang digantung di dinding ruang tamu. Dia langsung mengambil tanpa memberitahukan kepada kepala desa. Tersangka lalu menuju ke sekolah Selasa (8/6/2021) pagi. 

Wakil Kepala SDI Ndora, Antonius Geo mengatakan, saat pelaku datang, para guru sibuk persiapan ujian di ruang guru. Pelaku kemudian berdiri di pintu masuk. Dia bertanya alasan memulangkan anaknya dan tidak diperbolehkan mengikuti ujian sekolah.

Dia juga menanyakan kepada salah seorang guru bernama Astin tentang nama guru yang menyuruh anaknya pulang. Namun, tersangka Didakus Dame tidak mendapatkan jawaban. 

Pelaku yang saat itu memegang sebilah pisau lalu menunjuk-nunjuk para guru. Beberapa guru mencoba menenangkan pelaku dan mengarahkan untuk duduk di samping kanan Kepsek Delvina. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2