2 Pekan Diet, Penderita Obesitas Titi Wati Sudah Bisa Duduk Lebih Lama

Ade Sata ยท Jumat, 01 Februari 2019 - 20:42 WIB
2 Pekan Diet, Penderita Obesitas Titi Wati Sudah Bisa Duduk Lebih Lama
Penderita obesitas Titi Wati, kini sudah bisa duduk lebih lama di rumahnya, Jalan Giobos, Kota Palangkaraya, Kalteng, Jumat (2/1/2019). (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Hampir dua pekan menjalani diet pola makan sehat pascaoperasi lambung, kondisi penderita obesitas di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Titi Wati (37), terus membaik. Titi kini sudah bisa duduk lebih lama dari biasanya.

Pantauan iNews di rumahnya Jalan Giobos, Palangkaraya, Jumat (1/2/2019), kondisi ibu rumah tangga yang memiliki bobot lebih dari 200 kilogram (kg) itu sudah semakin membaik. Dia mulai sering menggerakan badan. Namun, dia baru bisa melakukan seluruh aktivitasnya di tempat tidur.

Perkembangan yang dialami Titi kini membuatnya semakin bersemangat. Setiap pagi dia mencoba melakukan gerakan tubuh dan belajar berdiri. Dia juga sudah bisa duduk dengan waktu yang cukup lama.

“Pagi tadi saya sudah belajar berdiri di pinggir ranjang, trus belajar duduk, mengangkat kaki, tangan. Sekarang sudah bisa duduk lebih lama. Setiap hari, saya sudah sering duduk,” kata Titi Wati.

Selain mengonsumsi obat untuk kesembuhan pascaoperasi lambung, Titi Wati kini juga mulai mengonsumsi roti bercampur kerak telor, ikan kukus, susu, jelly, dan air putih murni. “Menu makanan tadi pagi orak-arik telur sama roti,” kata Titi Wati.

Titi Wati kini berharap bobotnya dapat segera turun sehingga bisa kembali beraktivitas dengan normal. Dia ingin bebas bergerak bebas tanpa harus selalu berada di tempat tidur seperti selama ini. Titi Wati berusaha untuk konsisten menjalani diet dengan mengatur makanan yang dikonsumsi setiap hari, sesuai saran dokter.

Titi menjalani operasi bariatrik pada Selasa (15/1/2019) lalu di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya. Operasi tersebut dilakukan 10 dokter spesialis. Tindakan operasi yang dilakukan, memotong bagian lambung Titi Wati sebanyak 50-60 persen.


Editor : Maria Christina