11 Paus Pilot Terdampar di Perairan Sabu Raijua NTT, Hanya 1 yang Selamat

Antara ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 05:30 WIB
11 Paus Pilot Terdampar di Perairan Sabu Raijua NTT, Hanya 1 yang Selamat
Proses penguburan paus pilot yang terdampar di perairan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: KKP)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 11 paus pilot terdampar terjadi di perairan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di dalam wilayah kawasan Taman Nasional Perairan Laut Sawu. Dari 11 paus pilot tersebut, 10 dalam keadaan mati dan hanya satu individu yang dapat diselamatkan.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Aryo Hanggono mengatakan, ke-11 ekor paus pilot dilaporkan terdampar di dua lokasi terpisah, pada Kamis (30/7/2020), sekitar pukul 09.00 WITA. Lima ekor paus pilot dilaporkan terdampar di pantai Lie Jaka dan enam ekor lainnya terdampar di Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.

"Peristiwa ini dilaporkan oleh personel Pospol Raijua dan camat Raijua kepada KKP melalui Balai Kawasan Konservasi," kata Aryo Hanggono, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Aryo mengatakan, dalam survei penyebaran mamalia laut yang dilakukan oleh Balai Kawasan Koservasi Perairan Nasional (BKPN) Kupang, perairan Sabu Raijua termasuk koridor ruaya atau perpindahan paus dan lumba-lumba. Perlindungan dan pelestarian mamalia laut merupakan salah satu target pengelolaan kawasan konservasi perairan.

"Terutama di TNP Laut Sawu dengan luas 3,35 juta ha. Ini merupakan habitat alami bagi 31 jenis mamalia laut meliputi 18 jenis paus, 12 jenis lumba-lumba, dan 1 jenis duyung," ujar Aryo.

Aryo telah menginstruksikan BKKPN Kupang untuk berkoordinasi dengan aparat setempat dalam penanganan mamalia laut terdampar di wilayah TNP Laut Sawu. Dia juga meminta agar ke depan dilakukan sosialisasi dan pelatihan penanganan mamalia laut terdampar di wilayah kejadian.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Sabu Raijua, Direktur Polair Polda NTT, Kapolres Polres Sabu Raijua, Camat Raijua dan masyarakat kelurahan Ledeunu atas koordinasi dan kerja sama dalam penanganan 11 ekor paus pilot," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKKPN Ikram Sangadi menjelaskan berdasarkan identifikasi, 11 ekor paus tersebut merupakan jenis paus pilot sirip pendek (Globicephala macrorhynchus) yang hidup di perairan beriklim hangat dan dapat beruaya ke daerah dekat pantai.

Paus yang terdampar ini memiliki ukuran panjang antara 2,5-6,0 meter dengan lebar tubuh 0,9-1,2 meter sehingga dikategorikan masih berusia remaja dan dewasa.

"Karena sifat dan tingkah laku paus pilot hidup secara bergerombol, maka potensi terdampar juga akan terjadi dalam jumlah banyak. Sangat jarang paus pilot mengalami terdampar dalam jumlah kurang dari 10 individu. Selain itu ukurannya juga beragam,” kata Ikram Sangadi.

Ikram mengungkapkan, dari 11 paus pilot yang terdampar, 10 dalam keadaan mati dan hanya satu individu yang dapat diselamatkan. Kejadian seperti ini terjadi juga di Pulau Sabu pada Oktober 2019.

"Sebanyak 17 individu paus pilot terdampar dan hanya dapat diselamatkan sembuilan individu. Delapan individu mati dan ditangani lanjut proses penguburan,” katanya.


Editor : Maria Christina