Geger, Ibu-Ibu Mengamuk di Lokasi Salat Id saat Bupati Pasangkayu Beri Sambutan

yunus suparlin ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 19:21 WIB
Geger, Ibu-Ibu Mengamuk di Lokasi Salat Id saat Bupati Pasangkayu Beri Sambutan
Petugas Dishub Pasangkayu, Eka, menceritakan kronologi seorang ibu-ibu menerobos masuk lokasi salat Id di Lapangan Merdeka Pasangkayu, Sulbar, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Yunus Suparlin)

PASANGKAYU, iNews.id – Seorang ibu-ibu di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), menerobos tribun tempat imam salat Idul Adha dan mengamuk, saat Bupati Agus Ambo Djiwa menyampaikan sambutan, Jumat (31/7/2020). Suasana persiapan pelaksanaan salat id di Lapangan Merdeka Pasangkayu pun sempat geger.

Beruntung, petugas yang berada di seputar tribun dengan sigap bergerak dan membawa ibu yang sudah tua tersebut. Petugas membawanya dari tribun tempat imam salat Id, bupati wakil bupati, serta forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Namun, ibu tersebut menolak dibawa. Dia bahkan mengamuk serta memukul petugas. Tidak sampai di situ, perempuan yang tidak diketahui identitasnya tersebut sempat melayangkan gelas dan batu kepada jemaah.

Suasana di Lapangan Merdeka, Pasangkayu, Sulbar, usai salat Idul Adha, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Yunus Suparlin)
Suasana di Lapangan Merdeka, Pasangkayu, Sulbar, usai salat Idul Adha, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Yunus Suparlin)

Menurut Eka, salah satu petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Pasangkayu yang sempat ikut mengamankan ibu yang mengamuk tersebut, ibu-ibu tua tiba-tiba saja datang ke Lapangan Merdeka. Dalam waktu singkat, dia menerobos tribun tempat imam salat Idul Adha. Aksinya mengagetkan para jemaah yang akan salat.

“Ibu-ibu yang sudah tua itu tiba-tiba menerobos ke tribun saat pak bupati memberikan imbauan. Panitia sudah menyuruh keluar, tiba-tiba dia marah dan melempar gelas kepada panitia dan jemaah,” kata Eka.

Tak berselang lama, akhirnya ibu-ibu tua yang tetap mengamuk itu dapat digiring keluar. Namun, petugas Satpol PP harus mendapat pukulan dari yang bersangkutan. Tidak diketahui alasan perempuan tersebut bertindak nekat.

“Kemungkinan ibu tersebut kurang waras,” kata Eka.

Sejumlah warga setempat mengatakan, ibu-ibu tua yang mengamuk di Lapangan Merdeka itu warga Pasangkayu yang mengalami gangguan jiwa. Dia selalu berkeliling kota sambil berteriak-teriak dan sering bertindak agresif sehingga membuat warga merasa khawatir jika berpapasan dengannya.


Editor : Maria Christina