Sulianto Indria Putra bersama Agustinus, guru honorer di pedalaman Kupang, NTT, yang gajinya dipotong dari Rp600.000 menjadi Rp223.000 per bulan akibat efisiensi anggaran. (Foto: IG)

"Dengan penghasilan Rp100.000 hingga Rp223.000 per bulan, mustahil kebutuhan pokok satu keluarga terpenuhi. Dan ketika kebutuhan dasar saja tidak tercukupi, bagaimana mungkin mereka bisa fokus mendidik generasi masa depan?," tulis @suliantoindriaputra.

Unggahan tersebut juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada kesejahteraan guru. Dalam narasinya disebutkan bahwa pemotongan gaji dari Rp600.000 menjadi Rp200.000 dinilai sebagai bentuk ketidakadilan terhadap tenaga pendidik.

"Memotong gaji guru dari 600rb ke 200rb dengan alasan efisiensi adalah penghinaan terhadap ilmu pengetahuan! Jangan harap bangsa ini besar kalau perut gurunya dibiarkan lapar," tulis akun @leksulii.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network