Polisi menangkap ibu tiri di Kabupaten Kolaka, Sultra, yang keji menyiksa balita tiga tahun dengan mencekoki beras hingga henti napas. (Foto: iNews)

KOLAKA, iNews.id – Misteri kematian tragis seorang balita berusia tiga tahun di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, akhirnya terkuak. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kolaka resmi menetapkan ibu tiri korban berinisial TE sebagai tersangka, menyusul ayah kandung korban yang sudah lebih dulu mendekam di sel tahanan.

Penetapan TE sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menerima hasil autopsi resmi dari tim forensic yang mengungkap penyebab utama kematian korban.

Kapolres Kolaka, AKBP Yudha Widya Nugraha menjelaskan, korban mengembuskan napas terakhirnya akibat mengalami henti napas. Hal itu dipicu oleh adanya sumbatan total pada saluran pernapasan bocah malang tersebut.

"Berdasarkan hasil autopsi, saluran pernapasan korban tersumbat oleh benda keras berupa beras mentah. Diduga kuat, beras mentah tersebut dimasukkan secara paksa ke dalam mulut korban oleh ibu tirinya," ujar AKBP Yudha Widya Nugraha, Senin (13/7/2026).

Di hadapan penyidik, tersangka TE tidak berkutik dan akhirnya mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku kerap menyiksa korban dengan cara mencekoki atau memaksa memasukkan beras mentah ke dalam mulut balita tersebut. Selain sumbatan di tenggorokan, polisi juga menemukan sejumlah tanda-tanda bekas kekerasan fisik di sekujur tubuh korban.

Kasus ini menjadi berkali-kali lipat lebih tragis lantaran korban ternyata juga menjadi sasaran kebejatan ayah kandungnya sendiri berinisial R (22). Sebelum TE ditangkap, R telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak kandungnya. 

R ditangkap oleh Tim Elang Anti Bandit Satreskrim Polres Kolaka saat berada di Jalan Abadi, Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka. Kepada polisi, pria muda tersebut mengakui telah mencabuli darah dagingnya sendiri sebanyak tiga kali. 

Kasus memilukan ini awalnya terendus setelah TE pulang dari pasar dan mendapati korban menangis histeris serta mengeluh kesakitan yang luar biasa saat hendak buang air. Kondisi korban kemudian terus memburuk hingga mengalami pendarahan hebat pada bagian organ vitalnya.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network