“Iya, semua nanti akan diintegrasikan dengan Bogowonto. Jadi, nyambung alur wisatanya," ucapnya.
Selama proses revitalisasi nanti, Pemkot Madiun juga akan melakukan komunikasi dengan para pedagang kaki lima (PKL) agar proses revitalisasi dapat berjalan lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat, dan roda perekonomian warga tetap berjalan.
Tidak hanya Alun-Alun Kota Madiun, rombongan juga melakukan peninjauan ke Pasar Kawak untuk melihat potensi pengembangan kawasan perdagangan di pasar tradisional tengah kota tersebut.
Dalam peninjauan itu, Pemkot menemukan akses baru melalui Jalan Mahakam yang dinilai dapat mendukung penataan pasar yang terkenal legendaris itu.
Dia mengaku ingin mendorong pedagang agar dapat masuk dan tertata di dalam area Pasar Kawak, sehingga kawasan menjadi lebih rapi dan tertib. Selain itu, pengunjung akan merasa nyaman jika area bersih dan enak dipandang.
“Kita datang ke Pasar Kawak melihat potensinya. Tadi kita menemukan satu jalan baru, yaitu Jalan Mahakam. Sekaligus saya ingin menata pedagangnya supaya bisa masuk di Pasar Kawak,” ujarnya.
Dengan revitalisasi alun-alun dan Pasar Kawak Kota Madiun, diharapkan membawa multiplyer effect bagi masyarakat maupun Pemerintah Daerahnya. Antara lain, angka kunjungan wisata akan meningkat, begitu juga dengan laju perekonomian warga yang ingin bernostalgia berbelanja di Pasar Kawak Kota Madiun.
Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait