Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menggunakan sejumlah metode untuk mendeteksi keberadaan narkotika. Pemeriksaan melibatkan anjing pelacak atau K9, perangkat backscatter, Trunarc, serta narkotest.
Dari rangkaian pemeriksaan itu, petugas menemukan cairan yang diduga merupakan narkotika jenis metamfetamina. Jumlah barang yang ditemukan diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 ton.
“Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan cairan diduga Narkotika Cair Jenis methamphetamine dengan berat kurang lebih dari 1,6 ton,” ucapnya.
Petugas gabungan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap kapal beserta muatannya untuk mengungkap asal, tujuan, serta pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman narkotika tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait