Tanah bergerak terjadi di Mamasa. Akibatnya tujuh rusak. (Foto: Frendy Christian/iNews)
Frendy Christian

MAMASA, iNews.id - Tanah bergerak terjadi di Limbolopi, Kelurahan Tawalian, Mamasa, Sulawesi Barat. Akibatnya, tujuh rumah warga rusak.

Salah seorang warga bernama Hanna mengatakan, awalnya keretakan tanah hanya berukuran kecil, namun semakin membesar karena diguyur hujan lebat. Tanah bergerak itu dipicu hujan deras selama sepekan terakhir.
 
"Sudah terjadi dua hari yang lalu. Pertama itu kecil dan terus membesar setelah air dari atas mengalir seperti sungai," katanya, Senin (14/11/2022).

Ia menyebut, ada tujuh rumah yang terdampak dari tanah bergerak ini, kerusakan terjadi di bagian dinding dan bagian lain. 

"Ada tujuh. Ada yang didapur, ada juga yang di lantainnya," ungkapnya.
 
Bahkan, ia juga menyebut sudah ada warga yang mengungsi setelah rumahnya mengalami kerusakan akibat tanah bergarak ini.

"Ada yang di bawah sudah mengungsi ke rumah keluarganya karena rumahnya sudah retak," ungkapnya.   
 
Retakan tanah mamanjang dengan lebar 20 sentimeter kini sudah mengepung permukiman warga.

Atas kejadian tersebut, warga berharap pihak terkait dapat melakukan upaya penaganan sebelum berdampak parah terhadap rumah-rumah penduduk yang lainnya.


Editor : Candra Setia Budi