“Unsur masyarakat seperti takmir masjid dan juru kunci situs juga akan diberdayakan menjadi pemandu wisata profesional yang menguasai narasi sejarah karena makam dan masjid kuno tersebut juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya,” kata F Bagus Panuntun.
Seperti diketahui, Masjid Kuno Kuncen dan Masjid Kuno Taman layak menjadi paket wisata religi, karena kaya akan nilai sejarah. Masjid Kuno Kuncen misalnya, merupakan Masjid yang di bangun pada abad ke-16.
Adapun di kawasan sekitar masjid, Terdapat makam Pangeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, yakni Bupati Madiun pertama yang menjabat pada 1568 hingga 1586. Sementara itu, Masjid Kuno Taman atau Masjid Donopuro dibangun di abad ke-18 sekitar tahun 1756 atau era kepemimpinan Bupati Madiun Ronggo Prawirodirjo I.
Seperti halnya di Kuncen, di sekitar Masjid Kuno Taman juga terdapat pemakaman tokoh penting. Antara lain, yakni makam Raden Ronggo Prawirodirjo I atau Raden Ronggo Prawiro Sentiko yang menjadi Bupati Brang Wetan Gunung Lawu (1755-1784), makam Raden Ronggo Prawirodirjo II yang menjabat Bupati Madiun (1784-1797).
Raden Ronggo Prawirodirjo II merupakan kakek dari Raden Ronggo Prawirodiningrat. Tidak kalah penting di kawasan pemakaman kuno tersebut, juga terdapat makam Raden Bagoes Sentot Prawirodirdjo atau Sentot Ali Basya, yang merupakan panglima perang Pangeran Diponegoro. Sentot Ali merupakan anak Raden Ronggo Prawirodirjo III.
Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait