Nong berharap aparat segera mengendalikan situasi agar tidak terjadi antrean panjang di lokasi konflik. Bentrok tersebut membuat aparat keamanan kewalahan menahan kedua kubu.
"Tolong buka jalan biar saya antar dulu barang orang lagi butuh ini," kata Nong di lokasi.
Beberapa karyawan PT Krisrama dilaporkan mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan serangan panah dan kini tengah dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, pihak PT Krisrama menegaskan akan tetap melanjutkan rencana pembersihan lahan, meski mendapat perlawanan keras dari masyarakat adat yang mengklaim tanah eks HGU sebagai wilayah mereka.
Situasi di lokasi hingga kini masih tegang, dengan warga adat terus berjaga dan menyatakan siap mempertahankan lahan meski nyawa menjadi taruhan. Jalan Trans Flores pun belum sepenuhnya bisa dilalui akibat blokade warga.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait