Yogi menilai mahasiswa harus tetap kritis, terutama dalam menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara objektif dengan memahami tujuan besar dari setiap kebijakan nasional.
“Kebijakan adalah alat untuk menciptakan kesejahteraan. Maka kita harus kritis, tapi juga objektif melihat konteksnya,” ujar Yogi.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa kekuatan utama gerakan mahasiswa terletak pada persatuan dan kemampuan berpikir kritis. Tanpa kedua aspek tersebut, gerakan mahasiswa dinilai akan mudah terfragmentasi dan kehilangan arah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait