Hasrianti, guru ASN di Baubau mengaku enam tahun tak menerima gaji dan tunjangan, namun tetap mengajar sambil berjualan daring demi menghidupi keluarganya. (Foto: iNews).

BAUBAU, iNews.id - Hasrianti, seorang guru aparatur sipil negara (ASN) di SMP Negeri 2 Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku telah enam tahun tidak menerima gaji maupun tunjangan profesi. Meski demikian, dia tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan hadir mendampingi para siswa di sekolah.

Selama 73 bulan terakhir, Hasrianti mengaku tidak pernah menerima hak kepegawaiannya. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap mengajar sebagai guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 2 Baubau.

"Masalah yang menimpa saya itu tentang penahanan gaji saya sebagai guru PNS (ASN) terjadi pada April 2020 dan sampai sekarang Juli 2026 tidak menerima gaji satu rupiah pun," ujar Hasrianti, Selasa (7/7/2026).

Setiap hari, Hasrianti tetap memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para siswa seperti guru lainnya. Baginya, mengajar bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral kepada anak didiknya.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Hasrianti menjalankan usaha berjualan secara daring setelah pulang sekolah. Penghasilan dari usaha tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Hasrianti mengaku tetap berupaya memberikan kehidupan yang layak bagi kelima anaknya. Dia bahkan terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jelas kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian saya karena saya adalah tulang punggung sejak suami saya sakit sejak 14 tahun lalu lebih parah lagi saat penahanan gaji itu pada pandemi Covid," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network