Penganiayaan imam masjid di Pekanbaru terekam CCTV hingga viral di media sosial.
Banda Haruddin Tanjung

PEKANBARU, iNews.id - Polresta Pekanbaru menghentikan kasus penganiayaan Imam Masjid Baitul Arsy di Kota Pekanbaru, Riau dengan tersangka Deni Ariawan. Hasil pemeriksaan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) selama 14 hari, pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

"Setelah observasi selama 14 hari di RSJ Tampan, tersangka mengalami gangguan jiwa berat. Maka sesuai ketentuan, perkara tersebut kita hentikan demi hukum," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumbantoruan, Sabtu (22/5/2021).

Deni Ariawan, pelaku penganiaya imam masjid di Pekanbaru. (Foto: Sindonews).

Dia mengatakan, penghentian kasus ini sudah sesuai ketentuan hukum. Dengan penghentian ini, status tersangka Deni Ariawan menjadi gugur. Selanjutnya kepolisian akan mengembalikan ke keluarga.

"Dia kita kembalikan ke RSJ melalui keluarga," ujarnya.

Kasus penganiaan Imam Masjid Baitul Arsy Zuhri Ashari Hasibuan di Jalan Delima, terjadi pada 7 Mei 2021 sekira jam 05.30 WIB.

Kejadian ini terjadi sewaktu korban menjadi imam  salat subuh berjamaah. Tiba-tiba di rakaat kedua, pelaku datang dari arah belakang shaf jemaah dan menghampiri korban. 

Setelah sampai di depan imam, pelaku langsung menampar. Melihat hal itu para jemaah jemaah langsung mengejar dan menangkap pelaku. Penganiaayaan imam masjid ini viral karena terekam CCTV masjid.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT