Jenazah Gerson Yaris Lau, pemuda 18 tahun yang tewas ditembak oknum anggota Polres Belu tiba di rumah duka di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (28/9/2022). (Foto: Stevanus Dile Payong)
Stevanus Dile Payong

BELU, iNews.id - Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah Gerson Yaris Lau di kampungnya di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, Rabu (28/9/2022). Pemuda 18 tahun itu tewas ditembak oknum anggota Polres Belu

Warga histeris ketika peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans dan diarak menuju rumah duka.

Gerson diketahui merupakan salah satu buronan kasus pengeroyokan terhadap sopir truk tangki pada 6 September 2022 lalu. Dia tertembak saat melarikan diri dari kejaran polisi pada Selasa (27/9/2022).

Yuliana, ibu Gerson, mengaku sangat terpukul atas peristiwa ini. Dirinya hanya bisa pasrah atas kejadian ini.

"Sebagai orang kecil kami hanya bisa berdoa semoga keadilan bisa berpihak kepada kami, sebagai ibu korban saya berharap semoga pelaku dapat dikeluarkan dan diberikan sanksi hukuman yang setimpal dan pelaku juga dipecat dari anggota kepolisian," kata Yuliana.

Sementara itu, Karlos Boromeus Lau, kakak korban, menyebut kejadian yang menimpa sang adik terasa seperti mimpi.

"Kami hanya mau bilang saudara kami bukan teroris, dia hanya DPO, kenapa harus dibunuh dengan kejam seperti ini," tukas Karlos.

Sebelumnya, Gerson Yaris Lau, remaja 18 tahun tewas ditembak oknum polisi diduga anggota Polres Belu. Peristiwa penembakan ini terjadi salah satu rumah di Motamaro, Sukabitetek, Kecamatan Rai Manuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/9/2022) pagi.

Pantauan iNews.id di kamar jenazah RSUD Atambua, korban tertembak di punggung belakang sebelah kanan hingga tembus ke dada. 

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Lalosuk kelahiran 2004. Dia sebelumya pernah bermasalah dalam kasus perkelahian dengan sopir tangki pada 6 September lalu. Atas dasar masalah tersebut diduga polisi mengejar korban.

Kakek korban Yohanes Leki mengatakan, pagi hari saat kejadian rumahnya didatangi anggota polisi berpakaian preman. Mereka Langsung menyusup masuk dalam rumah dan menodong senjata ke korban.

"Saat itu korban langsung lari. Saat lari ini polisi menembak sebanyak 4 kali dan mengenai bagian belakang, langsung meninggal," ujar Yahanes saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (27/9/2022).


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT