Kelompok tani Buaran Citra Lestari berhasil menyulap lahan tidur seluas 1.500 meter persegi menjadi pertanian urban berbasis hidroponik. (Foto: dok BRI)

"Kalau sisi positif yang benar-benar dirasakan, kebanyakan anggota kita kan pensiunan, jadi bisa menyalurkan hobi. Kita bisa lebih produktif mengisi waktu kosong, hasilnya juga benar-benar bermanfaat. Kita juga lebih sehat karena pagi-pagi sudah melihat yang hijau-hijau dan berkegiatan di lahan," katanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengambil bagian dalam mendukung peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang secara nyata mampu mendorong kesejahteraan perempuan Indonesia melalui Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Dalam program ini, BRI Peduli menyalurkan bantuan berupa pembangunan infrastruktur fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse yang dapat diaplikasikan dalam tiga model urban farming seperti metode vertikultur, metode hidroponik, dan metode wall gardening.

Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait, serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga berkarya di lingkungan sosial dan masyarakat luas sesuai dengan semangat Kartini yaitu semangat untuk terus maju, mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menjadikan perempuan sebagai pusat dari perubahan yang bermakna,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi 47 persen dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya perempuan.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter enzim ramah lingkungan, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.


Editor : Rizqa Leony Putri

Sebelumnya
Halaman :
1 2 3

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network