Selain itu, angka kemiskinan pada 2025 disebut mencapai 3,44 persen atau sekitar 16.710 orang. Mahasiswa juga menyoroti 813 kasus stunting, sementara pertumbuhan ekonomi Cilegon tercatat 5,78 persen.
HMI Cilegon membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut, antara lain belanja pegawai dan efisiensi birokrasi, transparansi serta akuntabilitas APBD, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial, infrastruktur dan belanja produktif, serta pengawasan DPRD dan partisipasi publik.
Setelah aksi di Kantor Wali Kota Cilegon, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Cilegon. Aksi saling dorong kembali terjadi antara mahasiswa dan polisi.
Hingga aksi berlangsung, massa mengaku belum ditemui perwakilan pemerintah daerah. Mereka mengancam akan menginap di Kantor Wali Kota Cilegon jika tuntutan untuk bertemu kepala daerah tidak dipenuhi.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait