Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, menggelar demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Banten, Selasa (15/9/2026). (Foto: iNews).

CILEGON, iNews.id - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, menggelar demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Banten, Selasa (15/9/2026). Mereka menyoroti mempersoalkan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Demo berujung ricuh setelah massa berusaha masuk ke kantor pemerintah daerah dan terlibat aksi saling dorong dengan polisi. Polisi yang berjaga kemudian mengadang massa sehingga aksi saling dorong tidak terhindarkan.

Sebelumnya, mahasiswa menyampaikan orasi di depan gerbang Kantor Wali Kota Cilegon. Merasa aspirasi mereka belum mendapat tanggapan, sejumlah mahasiswa kemudian merangsek masuk dengan cara melompati pagar.

Massa menyoroti rencana peningkatan belanja pegawai sebesar 3,93 persen. Mereka mempertanyakan kebijakan tersebut karena sekitar 48 persen APBD Cilegon saat ini telah dialokasikan untuk belanja pegawai.

Dalam aksinya, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan yang mereka kaitkan dengan kondisi masyarakat Cilegon. Berdasarkan data yang mereka sampaikan, tingkat pengangguran terbuka Cilegon pada 2025 mencapai 7,41 persen atau sekitar 36.000 orang.

"Yang menjadi sorotan HMI, yaitu persoalan belanja pegawai yang hari ini dari pendidikannya dan infrastruktur masih kurang sedangkan kalau melihat dari pendapatan daerah itu (untuk pendidikan dan infrastruktur) masih kurang. Ada ketimpangan," ujar Aan Solihan Korlap Aksi.

Selain itu, angka kemiskinan pada 2025 disebut mencapai 3,44 persen atau sekitar 16.710 orang. Mahasiswa juga menyoroti 813 kasus stunting, sementara pertumbuhan ekonomi Cilegon tercatat 5,78 persen.

HMI Cilegon membawa sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut, antara lain belanja pegawai dan efisiensi birokrasi, transparansi serta akuntabilitas APBD, pengangguran dan penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial, infrastruktur dan belanja produktif, serta pengawasan DPRD dan partisipasi publik.

Setelah aksi di Kantor Wali Kota Cilegon, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Cilegon. Aksi saling dorong kembali terjadi antara mahasiswa dan polisi.

Hingga aksi berlangsung, massa mengaku belum ditemui perwakilan pemerintah daerah. Mereka mengancam akan menginap di Kantor Wali Kota Cilegon jika tuntutan untuk bertemu kepala daerah tidak dipenuhi.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network