Cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG mencapai 4,5 juta ton hingga Oktober 2026. (Foto: Istimewa).

Dia menegaskan, besarnya cadangan beras harus diikuti pengelolaan dan penyaluran yang optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain menjaga ketersediaan pangan, cadangan tersebut berperan dalam mengendalikan harga dan memperluas akses masyarakat terhadap beras.

“Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,” ujarnya.

Untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga, BULOG terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras. Pemerintah menyiapkan tambahan alokasi beras SPHP sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan pasar dan menjaga harga tetap terjangkau.

Selain itu, Bantuan Pangan Beras periode Oktober hingga Desember 2026 menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Dengan dukungan jaringan pergudangan dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia, BULOG berupaya memastikan cadangan beras pemerintah tidak hanya tersedia dalam jumlah besar, tetapi juga tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Besarnya cadangan beras nasional menjadi salah satu modal pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim, dinamika perdagangan global, dan potensi gangguan rantai pasok. Penguatan penyerapan produksi dalam negeri serta optimalisasi distribusi diharapkan dapat menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga di berbagai wilayah Indonesia.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network