Cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG mencapai 4,5 juta ton hingga Oktober 2026. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum BULOG mencapai 4,5 juta ton hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut jauh melampaui stok penyangga beras yang dilaporkan Malaysia dan Filipina, sekaligus memperkuat kapasitas Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi gejolak harga.

Berdasarkan kompilasi data pangan sejumlah negara Asia Tenggara, Malaysia memiliki stok penyangga beras nasional sebesar 200.000 ton pada Agustus 2026. Sementara itu, cadangan beras di fasilitas National Food Authority (NFA) Filipina diperkirakan mencapai 286.500 ton per 1 September 2026.

Dengan stok sekitar 4,5 juta ton, cadangan beras Indonesia secara nominal setara 22,5 kali stok penyangga Malaysia dan sekitar 15,7 kali estimasi stok NFA Filipina. Namun, perbandingan tersebut perlu mempertimbangkan perbedaan cakupan dan periode pencatatan data masing-masing negara.

Vietnam melaporkan pengadaan cadangan pangan nasional sebanyak 500.000 ton sepanjang 2025. Angka tersebut merupakan realisasi pengadaan selama satu tahun, bukan jumlah stok terkini yang dapat dibandingkan langsung dengan cadangan beras Indonesia. Sementara itu, data stok cadangan pemerintah Thailand dan Myanmar belum cukup terkonfirmasi untuk perbandingan yang setara.

Besarnya cadangan beras Indonesia tidak terlepas dari penguatan produksi dalam negeri dan optimalisasi penyerapan gabah serta beras petani melalui BULOG. Hingga 27 Oktober 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri mencapai 4.238.543 ton setara beras atau 105,96 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Capaian tersebut menjadi rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG. Pengadaan ini juga memperkuat peran pemerintah dalam menyerap hasil panen petani, menjaga ketersediaan stok, serta menyeimbangkan pasokan beras dari tingkat produsen hingga konsumen.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok beras pemerintah saat ini memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton,” kata Ahmad Rizal dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dia menegaskan, besarnya cadangan beras harus diikuti pengelolaan dan penyaluran yang optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain menjaga ketersediaan pangan, cadangan tersebut berperan dalam mengendalikan harga dan memperluas akses masyarakat terhadap beras.

“Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,” ujarnya.

Untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga, BULOG terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras. Pemerintah menyiapkan tambahan alokasi beras SPHP sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan pasar dan menjaga harga tetap terjangkau.

Selain itu, Bantuan Pangan Beras periode Oktober hingga Desember 2026 menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Dengan dukungan jaringan pergudangan dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia, BULOG berupaya memastikan cadangan beras pemerintah tidak hanya tersedia dalam jumlah besar, tetapi juga tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Besarnya cadangan beras nasional menjadi salah satu modal pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim, dinamika perdagangan global, dan potensi gangguan rantai pasok. Penguatan penyerapan produksi dalam negeri serta optimalisasi distribusi diharapkan dapat menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga di berbagai wilayah Indonesia.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network