Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan strategi pembiayaan BRI untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. (Foto: Istimewa).

Menurutnya, pembiayaan sektor pangan dibutuhkan pada setiap tahapan usaha, bukan hanya untuk kegiatan produksi. 

Di sisi hulu, pembiayaan dapat digunakan untuk pengadaan benih dan pakan serta meningkatkan kapasitas produksi. 

Pada tahap pengolahan, dukungan pembiayaan diperlukan untuk investasi, pengemasan, dan modal kerja. Sementara di sisi hilir, pembiayaan dapat menjangkau distributor, pedagang, hingga kebutuhan persediaan.

Salah satu penerapan pendekatan tersebut terlihat pada ekosistem peternakan sapi perah di Malang. BRI dapat membiayai peternak sebagai produsen, mendukung koperasi yang memiliki fasilitas cold storage, serta memberikan pembiayaan kepada industri atau offtaker yang menyerap hasil produksi.

Dengan demikian, pembiayaan tidak berjalan secara terpisah, tetapi saling terhubung dalam rantai nilai yang mendukung keberlanjutan usaha.

Dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan II 2026, total portofolio kredit BRI mencapai Rp1.645 triliun. Sekitar 75,1% di antaranya disalurkan kepada segmen UMKM.

Sementara itu, sekitar 44% penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Triwulan II 2026 diarahkan ke sektor pertanian dan perikanan. Kedua sektor tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pangan dan protein nasional.

Diamenegaskan, pembiayaan untuk UMKM tetap menjadi prioritas BRI. “Tidak boleh di bawah 75%, itu harus kepada UMKM,” ucapnya.

Untuk mendukung penyaluran pembiayaan, BRI memiliki sekitar 30.000 tenaga pemasar di lapangan yang memiliki spesialisasi di berbagai sektor, seperti peternakan, perikanan, pertanian, dan perdagangan. 

Keberadaan tenaga pemasar tersebut memungkinkan BRI memahami karakteristik usaha serta kebutuhan pembiayaan pelaku usaha secara lebih dekat.

“Dari awal kita sudah bisa masuk. Kita bisa membiayai dari hulu, kemudian prosesnya, sampai ke hilir. Jadi bukan hanya soal memberikan kredit, tetapi bagaimana pembiayaan itu bisa membuat ekosistem usahanya tumbuh,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, BRI terus memperkuat peran perbankan dalam mendukung ekosistem pangan nasional. 

Pembiayaan tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat keterhubungan antarpelaku dalam rantai pasok sehingga tercipta ekosistem pangan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network