Ilustrasi, banjir dan longsor menerjang permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah kecamatan Kabupaten Lebak, Banten. (Foto: Istimewa).

“Kita beruntung, bencana dua bulan terakhir itu masih dinyatakan rendah dibandingkan tahun 2020 ketika banjir bandang dan longsor mengakibatkan ribuan orang mengungsi, ratusan rumah rusak, serta menelan korban jiwa,” ucapnya.  

Sementara itu, Ketua RW Kampung Marga Mulya, Desa Cigoong Utara, Abdul Syukur, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi. 

Wilayahnya terdampak pergerakan tanah yang merusak 18 rumah dan satu musala. Peristiwa pada Jumat (23/1/2026) malam bahkan menyebabkan tiga rumah rusak berat dan satu rumah roboh.  

“Kami minta warga yang kondisi rumahnya banyak retak-retak jika curah hujan tinggi agar mengungsi ke tempat yang lebih aman, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.  

BPBD Lebak mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. Kabupaten Lebak memiliki potensi pergerakan tanah dan longsor di 28 kecamatan karena kondisi geografis berupa pegunungan, perbukitan, dan aliran sungai.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network