Penurunan pasokan air bersih murni disebabkan oleh dampak kemarau yang mengikis kapasitas produksi Waduk Nongsa.
"Krisis air ini bukan karena proyek data center yang baru pembangunan dan penggunaan airnya sangat kecil. Penurunan distribusi air Waduk Nongsa terjadi murni karena kemarau. Produksi yang biasanya 90 liter per detik, hari ini turun drastis tinggal 2,5 liter per detik. Pasokan ke warga akan disokong dari Waduk Duriangkang," kata Denny Tondano.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait