Pelabuhan tertua di Indonesia, salah satunya Pelabuhan Sunda Kelapa. (Foto: Dok. SINDOnews).
Fajar Hendra Jaya

JAKARTA, iNews.id - Pelabuhan tertua di Indonesia, salah satunya ada yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan. Pelabuhan ini banyak dijadikan sebagai tempat transportasi untuk memasarkan perdagangan rempah-rempah dan dijadikan sebagai tempat para penjajah menyandarkan kapal untuk melakukan monopoli rempah di Indonesia.

Pelabuhan ini juga dijadikan sebagai tempat moda transportasi bagi penumpang untuk melakukan transmigrasi mencari tempat perlindungan, saat wilayah mereka dirasa tidak aman akan penjajah dan mencari tempat baru yang lebih aman. 

Berikut pelabuhan tertua yang ada di Indonesia:

1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Dahulu merupakan pelabuhan dari Kerajaan Pajajaran. Namun saat kerajaan Pajajaran runtuh, pelabuhan ini dialihfungsikan sebagai pusat komando usaha VOC di Hindia Timur. 

Lokasinya berada di Batavia. Di lokasi ini barang-barang dagangan dikumpulkan sebelum dikirim ke Eropa. Sunda Kelapa jadi pelabuhan utama Batavia sampai akhir abad ke-19 sebelum dipindah ke Tanjung Priok. 

2.  Pulau Onrust

Pada abad ke 17-19, banyak kapal VOC yang berasal dari Belanda berlabuh ke salah satu pulau di kawasan Kepulauan Seribu, yakni Pulau Onrust. Pelaut dari negeri kincir angin itu kerap kali beristirahat di sana sebelum menuju Pelabuhan Sunda Kelapa.  

Pada 1610, Pulau Onrust yang sekarang sepi sudah dijadikan sebagai pangkalan Angkatan Laut (AL), sehingga banyak kapal lalu lalang di Pulau Onrust. Namun, pulau ini sempat hancur akibat perebutan yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris pada 1816. 

Namun pada 1883, pulau ini mulai sepi akibat dibangunnya pelabuhan Tanjung Priok yang lebih efektif dalam melayani aktivitas perkapalan di perairan Jakarta.

3. Pelabuhan Paotere

Lokasinya terpaut 5 kilometer dari pusat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pelabuhan ini digunakan untuk menyandarkan kapal Pinisi yang digunakan oleh suku Bugis berlayar mengarungi samudera. Selain itu, pelabuhan ini juga digunakan untuk menyandarkan sandeq, yaitu kapal nelayan bercadik yang digunakan untuk mencari ikan di perairan laut Makassar. 

Pelabuhan Paotere merupakan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dari abad ke-14. Di pelabuhan ini juga sering sekali digunakan dalam perniagaan jual beli ikan segar yang ditangkap langsung oleh suku Mandar.

4. Pelabuhan Buleleng

Pada masa penjajahan Belanda, menjadi lokasi bongkar muat kapal barang dan tempat kapal pesiar asing lempar sauh. Sehingga banyak kapal yang bersandar di pelabuhan Buleleng dan menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di kepulauan Sunda Kecil Saat itu.  

Pelabuhan ini menjadi salah satu peninggalan dari Kerajaan Buleleng yang digunakan untuk melakukan perdagangan rempah dan pihak asing di Singaraja. Namun, semenjak ibu kota Bali dipindahkan ke Denpasar, Pelabuhan Buleleng berangsur sepi dan pamornya pun mulai redup. 

5. Pelabuhan Ampenan

Pada 1880, pelabuhan Ampenan ini menjadi salah satu pelabuhan yang ramai dan sibuk di kepulauan Sunda Kecil selain pelabuhan Buleleng dan menjadi titik pusat persinggahan dalam akses perdagangan.  

Pelabuhan Ampenan ini berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).  Pada 1840, kerajaan Lombok-Mataram menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat perdagangan karena letaknya strategis berada di jalur sutra perdagangan terpanjang di Asia.  

Kemudian dipindahkan ke Lembar, sehingga perlahan pamornya mulai hilang. Kini kejayaan pelabuhan Ampenan tinggal cerita.

6. Pelabuhan Belawan

Merupakan pelabuhan yang sibuk di Sumatera Utara peninggalan kerajaan Deli yang digunakan untuk keluar masuk kapal dalam mengangkut logistik dan melakukan proses jual beli di pelabuhan Belawan.  Awalnya pelabuhan Deli dipindahkan ke tepi sungai Belawan karena semakin dangkalnya hilir dari pelabuhan Deli. 

Pada 1915, untuk kepentingan logistik dan proses jual beli yang lebih besar, Pelabuhan Belawan direnovasi secara besar-besaran. Saat ini pelabuhan Belawan menjadi salah satu pelabuhan terbesar dan teraktif dalam melayani penumpang atau barang di pulau Sumatera.

7.  Pelabuhan Teluk Bayur

Dahulunya bernama Emmahaven, dibangun 1888-1893.  Pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di masa Hindia Belanda, hingga pada masa perang dunia ke II. 

Pelabuhan ini digunakan untuk melakukan proses perdagangan di Sumatera Barat dan aktif dalam melakukan perdagangan Indonesia-Luar Negeri. Teluk Bayur yang letaknya 14 kilometer dari pusat kota Padang itu sampai sekarang masih beroperasi, meskipun tidak seramai masa-masa jayanya dulu.
Bahkan, pelabuhan ini diangkat dalam lagu berjudul Teluk Bayur.

8. Pelabuhan Tanjung Mas

Merupakan salah satu pelabuhan tertua di Indonesia dan menjadi pelabuhan tersibuk di Pulau Jawa saat itu. Pelabuhan yang berlokasi di Kota Semarang ini menjadi pelabuhan aktif dalam melayani rute perdagangan nasional maupun mancanegara, sehingga banyak kapal-kapal besar yang singgah di pelabuhan Tanjung Mas. 

Pelabuhan ini sudah ada sejak abad ke-16. Walaupun kondisinya kurang menguntungkan dalam perdagangan, namun banyak kapal yang bersandar untuk singgah di sini. 

9. Pelabuhan Tanjung Priok

Lokasinya yang strategis, menguntungkan untuk melakukan perdagangan dan membuka jalur sutera niaga Indonesia dengan berbagai macam negara, sehingga kapal layar besar banyak bersandar di pelabuhan Tanjung Priok ini. 

Lokasinya berada di Utara Jakarta dan masih aktif hingga saat ini. Menjadi salah satu pelabuhan tersibuk hingga saat ini dan hanya melayani aktivitas barang. 

Banyak peti kemas besar diangkut di pelabuhan Tanjung Priok.  Fasilitasnya juga bukan main-main, dan terminal peti kemas di pelabuhan ini telah mencapai taraf internasional.

10. Pelabuhan Tanjung Perak

Awalnya pada abad ke 19 di Surabaya, mobilitas perdagangan sangat padat sekali, namun terhambat akibat tidak adanya moda transportasi memadai dalam proses jual beli serta perdagangan di sana. 

Namun awal abad 20, terdapat rencana yang lebih realistis dalam membuat suatu pelabuhan guna memudahkan akses transportasi penjualan barang dagangan dalam maupun luar negeri. Sehingga pada 1910, realisasi pembangunan pelabuhan Tanjung Perak ini baru dilakukan. 

Saat ini, pelabuhan ini menjadi pelabuhan yang sangat sibuk dalam melayani rute perdagangan peti kemas internasional, sama hal seperti pelabuhan Tanjung Priok. Namun di terminal ini dominan melayani perdagangan dan khusus kargo, tapi penumpang juga bisa menggunakan pelabuhan ini untuk menyeberang ke pulau lain. 

Lokasinya yang strategis menjadikan pelabuhan Tanjung Perak sebagai pembangun ekonomi nasional dari sektor perdagangan dan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT