get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis! Pekerja Tewas Tersetrum Saat Pengecatan Kapal di Batam

Warga Pulau Galang Tolak Pembangunan RS Khusus Korona

Kamis, 05 Maret 2020 - 16:15:00 WIB
Warga Pulau Galang Tolak Pembangunan RS Khusus Korona
Warga Pulau Galang menolak pembangunan rumah sakit khusus penyakit menular termasuk korona di wilayah mereka. (Foto: Antara)

BATAM, iNews.id - Warga Pulau Galang, Kepulauan Riau menolak rencana pemerintah yang akan membangun rumah sakit (RS) khusus penyakit menular termasuk korona di pulau tersebut.

Mereka menawarkan pulau lain untuk dijadikan lokasi rumah sakit khusus untuk penyakit menular, termasuk Covid-19.

Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang, Herman menegaskan penolakannya terhadap rencana pemerintah untuk mnempatkan rumah sakit khusus penyakit menular di Kamp Vietnam, Pulau Galang.

"Intinya kami masyarakat Galang tidak setuju dan tidak sependapat dengan keputusan Presiden," kata dia dalam sosialisasi tentang virus corona dan antisipasi penyebarannya oleh Pemkot Batam, di Pulau Galang, Kamis (5/3/2020).

Apalagi, kata dia, keputusan menjadikan Kamp Vietnam sebagai rumah sakit khusus itu terkesan mendadak. Panglima TNI turun melihat lokasi Kamp Vietnam, baru masyarakat diberi tahu.

"Ini sangat membahayakan. Mungkin tuan-tuan setelah habis tugas, balik ke kampung masing-masing. Kami balik ke mana, ini tempat kami lahir. Ini yang membuat kami risau," kata dia.

Warga Galang lainnya meminta pemerintah memilih pulau lain untuk dibangun rumah sakit khusus yang jauh dari permukiman warga.

"Kalau dapat jangan di Kamp Vietnam, pulau lain banyak yang besar," kata warga Sijantung ini.

Dia mengatakan, sejatinya warga Pulau Galang dan sekitarnya selalu menyetujui dan mendukung pemerintah. Namun, tidak dengan penempatan rumah sakit di pulau yang terhubung dengan lima jembatan dari Pulau Batam.

Apalagi, bekas Kamp Vietnam lokasinya dikelilingi pemukiman warga, antara lain Sijantung, Dapur 3 dan Karas.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pemkot menampung seluruh aspirasi warga.

"Tentu kita bahas dalam tim terbatas. Di tingkat ini komunikasi dengan pengambil kebijakan, Danrem, Kapolda," kata dia.

Mengenai opsi yang ditawarkan warga setempat untuk menempatkan rumah sakit khusus penyakit menular di pulau lain, ia mengatakan bisa dipertimbangkan.

"Semua akan diteruskan, semua saran dan masukan akan diteruskan ke pengambil keputusan," kata dia.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut