Viral Video Debat Panas Gubernur NTT dengan Tokoh Adat Marapu Sumba, Penuh Ketegangan

Dionisius Umbu Ana Lodu ยท Senin, 29 November 2021 - 12:43:00 WIB
Viral Video Debat Panas Gubernur NTT dengan Tokoh Adat Marapu Sumba, Penuh Ketegangan
Tangkapan layar Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat debat panas dengan tokoh adat Marapu Sumba Timur. (Foto: iNews/Dionisius Umbu Ana Lodu)

SUMBA TIMUR, iNews.id - Rekaman video perdebatan panas antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan Umbu Maramba Hawu (UMH), mantan Kepala Desa Kabaru sekaligus Ketua Kepercayaan Marapu (Kepercayaan Asli Sumba) viral di media sosial. Kedua tokoh ini beradu argumen soal tanah yang menjadi perbincangan warga Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur sejak dua hari terakhir.

Dalam video yang tersebar, awalnya gubernur dan rombongan bertatap muka dan dengan tokoh adat setempat. Di antara mereka ada juga masyarakat dan aparat keamanan.

“Dengar baik-baik, datang omong supaya saya urus baik-baik buat kalian. Tetapi, kalau kalian berbeda dengan pemerintah supaya ganggu, kalian akan berhadapan dengan saya. Saya tidak tembak kalian, tidak ada. Saya angkut kalian kasih masuk dipenjara. Kalian berhadapan dengan pemerintah, dengar itu baik-baik. Saya yang berurusan, saya Gubernur, saya tidak takut,” ujar VBL dalam rekaman video tersebut dikutip, Senin (29/11/2021).

Tak hanya itu, VBL juga tampak kesal dan marah ketika perkataannya di sela warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.  Terdengar suara warga menyebut tanah yang dimaksud gubernur bukanlah tanah Almarhum Umbu Mehang Kunda (Mantan Bupati Sumba Timur).

“Bukan (bukan tanah milik almarhum Umbu Mehang Kunda), dia senior. Dia datang sendiri sama saya. Bukan tempat Umbu Mehang tidak apa-apa, tetapi karena dia datang sendiri sama saya, dia ajar saya ini tempat bagaimana. Jadi, tanah ini masuk aset punya provinsi. Kau jangan bantah-bantah, nanti saya bangun saya falungku (pukul) kau,” kata VBL.

Kemudian, tokoh adat UMH mempertanyakan siapa yang pernah menyerahkan tanah tersebut. Sebab menurut dia, orang tuanya tidak pernah menyerahkan tanah tersebut kepada siapa pun.

“Saya hanya mau minta tolong itu surat penyerahan itu siapa yang serahkan? Itu saja dan saya gara-gara itu tanah, saya mau mati. Keluarga saya juga mau mati. Sekarang pun mau tembak, sekarang. Saya pun mau mati,” ucap UMH.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: