Viral Video Anak SD di Singkawang Didenda Guru Rp30.000 karena Nonton Cap Gomeh

Uun Yuniar ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 18:15 WIB
Viral Video Anak SD di Singkawang Didenda Guru Rp30.000 karena Nonton Cap Gomeh
Polres Singkawang menggelar pertemuan dengan guru agama SD, orang tua siswa dan PGRI terkait larangan siswa menonton cap go meh yang viral di media sosial. (Foto: iNews/Uun Yuniar)

SINGKAWANG, iNews.id – Video siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Singkawang Selatan, Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat yang dilarang menonton Cap Go Meh dan harus membayar denda sebesar Rp30.000 oleh oknum guru agama viral di media sosial, Kamis (13/2/2020).

Video berdurasi 23 menit itu telah tersebar di jejaring media sosial. Dalam video berdurasi tersebut terlihat seorang siswa SD dimintai denda sebesar Rp30.000 jika menonton Festival Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Akibat dari video tersebut masyarakat Kota Singkawang menjadi heboh. Agar masalah ini tidak berlarut larut pihak kepolisian langsung mengundang orang tua murid, guru sekolah, serta PGRI untuk meminta keterangan serta klarifikasi soal beredarnya video tersebut.

Dalam pertemuan di Mapolsek Singkawang Selatan, oknum guru agama SD berinisial RSN mengaku khilaf dan meminta maaf kepada orang tua murid. “Saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi,”ucapnya.

Orang tua siswa yang dikenakan denda, Susilawati menceritakan, anaknya sempat memberikan uang sebesar Rp5.000 kepada guru yang bersangkutan. “Namun keesokan harinya, anak saya tidak berani ke sekolah karena tidak punya uang untuk membayar denda tersebut,” katanya.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan, pertemuan itu sebagai upaya untuk meredam kegaduhan yang sempat timbul di tengah-tengah masyarakat lantaran beredarnya video yang dibumbui dengan bahasa-bahasa jika di Singkawang sudah ada cikal bakal intoleran.

“Semestinya, tidak perlu diviralkan di media sosial. Minta bantuan saja ke kami (polisi) untuk menyelesaikan masalah ini. Yang terjadi saat ini merupakan miss-komunikasi atau mengsalahartikan terhadap imbauan yang ada. Karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Singkawang apabila ada berita viral agar mencari kebenarannya kepada pihak yang berwenang,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki