Viral, Pemuda di Lombok Timur Hina Nabi Lewat Live Streaming Facebook

Ramli Nurawang ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 17:33 WIB
Viral, Pemuda di Lombok Timur Hina Nabi Lewat Live Streaming Facebook
Ilustrasi live streaming facebook

LOMBOK TIMUR, iNews.id - Tim Resmob Polres Lombok Timur mengamankan seorang pemuda berisinal AH yang diduga menghina nabi dan ulama. Mantan TKI Malaysia ini mendadak viral setelah melontarkan hinaan kepada Nabi Muhammad dan ulama lewat live streaming di akun facebook miliknya.

Dalam video berdurasi hampir satu jam itu, Pemuda asal Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur ini menghina nabi sambil merokok dan menenggak minuman. Aksi ini dilakukan dengan cara siaran langsung di facebook miliknya pada 15 Desember 2019. Saat ini, AH telah digelandang ke Mapolres Lombok Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA: Gara-Gara Sapi, Sekuriti Perusahaan Sabet Rekan Kerja hingga Tewas

Kapolres Lombok Timur, AKPB Ida Bagus Made Winarta mengatakan, AH diamankan pada 31 Desember lalu. Dari hasil pengembangan sementara, AH selalu memberikan keterangan tidak sinkron.

"Saat ini yang bersangkutan telah kita bawa, dalam pemeriksanaan yang bersangkutan menyampaikan pernyataan yang tidak nyambung. Jadi kita periksa yang bersangkutan ke rumah sakit jiwa. Dalam observasi 2 minggu ini akan turun surat visumnya keterangan dari pihak dokter," kata Ida, Jumat (3/1/2020).

BACA JUGA: Dituding Miliki Ilmu Pelet, Ustaz di Lampung Dipersekusi

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Lombok Timur, TGH Ishak Abdul Gani mengecam dan menyayangkan tersebarnya video AH. Dia meminta semua pihak terbuka dalam menangani kasus ini jika AH terbukti mengalami gangguan jiwa.

"Jadi kalau dia sudah ditangkap selesaikan sebaik-baiknya dari aparat, unsur kesehatan dan seterusnya. Prihatin sesungguhnya, yang paling utama adalah kita harus kembali ke mauidhoh hasanah, sesuai pesan nabi, jadi kita dakwahi dia dengan cara-cara yang baik dan lembut. Mudah-mudahan dia bertaubat dan kembali ke jalan Allah," ujar Ishak.


Editor : Nani Suherni