get app
inews
Aa Text
Read Next : Status Siaga, Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 5 Km

Viral Narasi Bukit Liman di Kupang Meletus, Ini Fakta Sebenarnya

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:52:00 WIB
Viral Narasi Bukit Liman di Kupang Meletus, Ini Fakta Sebenarnya
Lokasi semburan lumpur di Bukit Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT. (Foto: Ist)

KUPANG, iNews.idSemburan lumpur di Bukit Liman yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan bukan letusan gunung api. Kepastian itu disampaikan Polda NTT setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi langsung di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, narasi yang menyebut Bukit Liman “meletus” beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp, sehingga memicu kepanikan warga. Dia menegaskan semburan itu bukan aktivitas vulkanis.

“Hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanis. Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar Henry, Kamis (15/1/2026).

Fenomena semburan lumpur di Bukit Liman terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita dan direkam warga setempat. Dalam video berdurasi sekitar 3 menit, semburan lumpur terlihat keluar dari kaki bukit dan dari kejauhan tampak seperti gelombang besar, sehingga memunculkan asumsi keliru di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti video tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan melakukan pengecekan lapangan pada Selasa (13/1/2026). Hasil verifikasi menunjukkan aktivitas semburan lumpur di Bukit Liman telah berhenti pada Selasa pagi.

Endapan lumpur yang tersisa diperkirakan memiliki luasan sekitar 30 x 40 meter. Lokasi semburan berada kurang lebih 2 kilometer dari permukiman warga. Tidak ditemukan korban jiwa maupun kerugian materiel akibat peristiwa ini.

Kabid Humas Polda NTT menjelaskan, fenomena tersebut diduga dipicu oleh tekanan gas alam dan air tanah di bawah permukaan yang menemukan celah untuk keluar.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Dugaan sementara disebabkan oleh tekanan gas dan air tanah, bukan karena aktivitas gunung api,” katanya.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut