Viral Kakek di Baubau 10 Tahun Tinggal di Gua, Wali Kota AS Tamrin Janjikan Bantuan

Andhy Eba ยท Rabu, 05 Februari 2020 - 10:15 WIB
Viral Kakek di Baubau 10 Tahun Tinggal di Gua, Wali Kota AS Tamrin Janjikan Bantuan
Wali Kota Baubau AS Tamrin saat mengunjungi Kakek La Udu yang 10 tahun terakhir tinggal di gua. (Foto: iNews/Andhy Eba)

BAUBAU, iNews.id – Kisah Kakek La Udu (55) yang viral karena tinggal di dalam gua selama 10 tahun terakhir sampai ke telinga Wali Kota Baubau AS Tamrin. Bersama rombongan Pemkot Baubau, wali kota pun mengunjunginya untuk melihat langsung kondisi kakek asal Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna tersebut.

Karena akses tempat tinggal kakek La Udu hanya bisa dijangkau melalui jalur laut, rombongan harus naik kapal kayu untuk sampai ke gua yang lokasinya di tepi tebing.

Setiba di lokasi, mereka tampak berbincang-bincang cukup lama. Wali kota menanyakan alasan Kakek La Udu tinggal di tempat seperti ini. Kakek La Udu menjawab, dia memilih tinggal di gua karena tidak memiliki rumah dan enggan menyusahkan keluarga.

Mendengar jawaban tersebut, Wali Kota AS Tamrin prihatin dengan kehidupan yang dijalani Kakek La Udu. Dia berjanji akan membangunkan tempat tinggal yang layak untuk warganya tersebut. Tak hanya itu, Pemkot Baubau juga akan memperkerjakannya sebagai petugas kebersihan jika yang bersangkutan mau bekerja.

“Saya baru tahu ada warga yang tinggal di dalam gua. Makanya saya datang ke sini untuk cari tahu apa motivasi tinggal di tempat seperti ini,” ujar AS Tamrin.

Wali kota mengungkapkan, telah menginstruksikan dinas terkait untuk merespons dan membantu kakek tersebut. Termasuk pemerintah kelurahan agar segera mengevakuasi warganya ke tempat yang layak.

“Masing-masing instansi dinas saya minta agar beri perhatian. Dinas sosial bantu kebutuhan pangan, bisa sediakan beras. Kemudian dinas perumahan juga bantu untuk bedah rumah ,” kata wali kota.

Sebelumnya, kisah Kakek La Udu yang hidup sebatang kara viral di medsos. Dia tinggal dalam gua kecil di tebing pinggir sungai. Tempat tidurnya di antara sela-sela batuan besar yang sempit dan hanya cukup untuk ukuran tubuh kakek tersebut.

Untuk bisa bertahan hidup, La Udu makan tumbuhan liar di sekitar tempat tinggalnya, seperti dedaunan, daun pisang atau beberapa tanaman umbi-umbian. Sementara untuk minum, La Udu mengambil air yang muncul di sela-sela batu tak jauh dari gua dan terkadang pergi di perkampungan.

Keberadaan kakek tua yang tinggal di dalam gua ini baru di ketahui beberapa bulan terakhir. Bahkan warga pernah mengira kakek tua ini sudah meninggal dunia.


Editor : Donald Karouw