Video Siswi SMA di Wakatobi Dihajar Viral di Media Sosial, Polisi Turun Tangan

Andhy Eba ยท Sabtu, 31 Agustus 2019 - 19:38 WIB
Video Siswi SMA di Wakatobi Dihajar Viral di Media Sosial, Polisi Turun Tangan
Pelaku yang menghajar siswi dan korban saling berpelukan setelah keduanya dimediasi di Mapolres Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sultra, Sabtu (31/8/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

WAKATOBI, iNews.id – Video seorang siswi SMA di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dihajar siswi lainnya, viral di media sosial. Dalam video tersebut, siswi yang dihajar menangis karena kesakitan. Kasus ini sudah ditangani dan diselesaikan oleh kepolisian setempat.

Dalam video berdurasi 2 menit itu terlihat tidak ada yang mencoba melerai aksi temannya yang menghajar siswi lain. Mereka hanya menonton dan mengabadikan kejadian di sebuah kamar itu dengan kamera telepon seluler (ponsel). Sementara itu korban yang awalnya sempat berusaha melawan, hanya bisa menangis kesakitan karena dihajar.

Karena korban terus menangis dan meminta tolong memanggil ibunya, akhirnya para siswi yang berada di ruangan tersebut kemudian melerai. Mereka berusaha memisahkan pelaku dan korban. Video kejadian itu pun akhirnya viral di media sosial dan ditangani Polsek Wangi-Wangi Selatan.

Kapolsek Wangi-Wangi Selatan Ipda Juliman mengatakan, mereka menangani kasus itu karena videonya telah viral di media sosial dan kejadiannya terjadi di wilayah hukum mereka. Pelaku yang menganiaya siswi lainnya diketahui siswi SMA Negeri 4 di Wakatobi.

Polisi telah memanggil kedua siswi yang ada dalam video viral didampingi kedua orang tua mereka dan guru masing-masing, Sabtu (31/8/2019). “Kami juga memanggil para siswi yang ada dalam video yang viral,” katanya.

Karena pelaku dan korban sama-sama masih di bawah umur, polisi memilih melakukan proses mediasi terhadap kedua belah pihak. Proses mediasi pun berlangsung dengan lancar di kantor polisi. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan dan telah menandatangani surat pernyataan berdamai. Usai proses damai, kedua siswi kemudian saling berangkulan.

“Kami telah menyelesaikan kasus tersebut melalui restorative justice dengan melakukan proses mediasi terhadap kedua belah pihak. Jadi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahn tersebut secara damai dan mereka sudah saling memaafkan,” katanya.


Editor : Maria Christina