Ujian CPNS di Aceh Disesuaikan Syariat Islam, Pria dan Wanita akan Dipisahkan

Antara ยท Selasa, 25 Februari 2020 - 20:59 WIB
Ujian CPNS di Aceh Disesuaikan Syariat Islam, Pria dan Wanita akan Dipisahkan
Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag Aceh Saifuddin (tengah) saat meninjau lokasi ujian SKD penerimaan CPNS 2020 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Selasa (25/2/2020). (Foto: Antara)

BANDA ACEH, iNews.id – Pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh pada 2020 akan berbeda dengan ujian di CPNS lainnya. Peserta pria dan wanita akan dipisahkan saat pelaksanaan ujian, sesuai dengan syariat Islam.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin mengatakan, rencana itu sudah mereka sampaikan ke pemerintah pusat. Kemenag akan berupaya agar ada pemisahan peserta laki-laki dan perempuan saat ujian.

“Kami sudah minta ke pusat untuk memisahkan perempuan dan laki-laki sesuai syariat kita. Nanti kami sesuaikan,” kata Saifuddin di Banda Aceh, Selasa (25/2/2020).

Saifuddin mengatakan, pelaksanaan ujian SKD dimulai pada 3 Maret 2020, yang akan berlangsung selama delapan hari. Kanwil Kemenag Aceh telah mempersiapkan peralatan sebanyak 600 unit komputer yang tersambung dengan jaringan internet, guna mendukung ujian secara CAT.

“Persiapan sudah mencapai 80 persen. Ini kami sedang pasang jaringan dan peralatan. Insyaallah hari ini akan diumumkan oleh pusat untuk pelaksanaan tes tanggal 3 Maret 2020,” katanya.

Kemenag Aceh salah satu instansi yang melakukan ujian secara mandiri. Mengingat peserta yang mengikuti SKD mencapai 19.736 orang, Kemenag harus menyewa semua peralatan. Namun pihaknya selalu berkoodinasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kantor Regional XIII Banda Aceh dalam pelaksanaannya.

Menurut Saifuddin, ujian akan berlangsung lima sesi dalam sehari, hanya hari pertama yang dilakukan empat sesi. Setiap sesi akan diikuti sebanyak 550 peserta. Sementara 50 peralatan lain untuk cadangan ketika terjadi kendala dalam pelaksanaan ujian.

“Peserta kami minta menggunakan baju putih dan bawahan gelap. Perempuan menggunakan jilbab hitam. Semuanya harus menggunakan pita hijau, sebagai penanda peserta,” ujarnya.

Ujian SKD tersebut akan berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh. Kemenag mengingatkan tidak ada kompensasi bagi yang terlambat. Karena itu, peserta diminta untuk disiplin melakukan registrasi pada petugas pelaksana sebelum ujian dimulai.

“Saya sampaikan dari sekarang agar sudah hadir dua jam sebelum ujian. Kalau dua jam enggak datang juga, berarti bukan salah kita, tapi masalah di peserta. Kalau enggak disiplin bagaimana mau jadi PNS,” katanya.


Editor : Maria Christina