Tradisi Bakar Tongkang, 50.000 Warga Tionghoa Asal Bagansiapiapi Pulang Kampung

Antara ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 14:52 WIB
Tradisi Bakar Tongkang, 50.000 Warga Tionghoa Asal Bagansiapiapi Pulang Kampung
Seorang umat Kong Hu Cu membakar dupa untuk memperingati ulang tahun Dewa Tio Hu Guan Sue di Klenteng Hai Cu King, Desa Sungai Bakau, Rokan Hilir, Riau. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

BAGAN, iNews.id – Sedikitnya 50.000 warga Tionghoa asal Kota Bagansiapiapi datang ke Ibu Kota Kabupaten Rokan Hilir di daerah pesisir Provinsi Riau. Kedatangan mereka untuk mengikuti tradisi ritual Bakar Tongkang.

Ritual ini merupakan tradisi turun-temurun bagi warga Tionghoa Bagansiapiapi untuk menghormati nenek moyang. Hal ini membuat puluhan ribu perantau yang kini tinggal di berbagai kota, baik di dalam dan luar negeri seperti pulang kampung, khusus untuk menghadiri Ritual Bakar Tongkang.

"Mereka ada yang sekarang tinggal di Singapura, Australia, Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan Pekanbaru. Para perantau yang datang menginap di hotel, wisma, klenteng dan mess yayasan,” ujar Panitia Pelaksana Bakar Tongkang, Randy Gunawan kepada wartawan di Bagansiapiapi, Rabu (19/6/2019).

Dia menjelaskan, ada 15 hotel dan puluhan mess yang digunakan untuk penginapan selama Bakar Tongkang.

"Bila ada tamu-tamu kami yang datang, tapi tak ke bagian hotel atau tak ada rumah keluarga, panitia telah menyiapkan penginapan di mess klenteng," kata Randy yang juga Ketua Yayasan Budi Marga.

Menurutnya, proses ritual Bakar Tongkang akan dilaksanakan Rabu (19/6/2019) mulai pukul 14.00 WIB hingga sore. Biaya untuk pelaksanaannya mencapai Rp500 juta hingga Rp600 juta. Jumlah itu hanya untuk pembiayaan ritual saja, seperti membeli peralatan replika tongkang, peralatan sembahyang dan lain sebagainya.

"Intinya kami tetap berkoordinasi dengan Gubernur Riau dan Bupati Rokan Hilir, agar kegiatan ini berjalan sukses dan mengajak warga Tionghoa Bagansiapiapi yang diperantauan untuk membangun Kabupaten Rokan Hilir," katanya.

Proses Ritual Bakar Tongkang dimulai dari Klenteng Ing Hok Kiong yang merupakan klenteng tertua di Kota Bagansiapiapi. Dari klenteng tersebut, para peserta Bakar Tongkang bergotong royong dengan bahu membahu secara bergantian mengeluarkan replika tongkang atau kapal yang sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Replika Tongkang itu digotong secara bergantian, diikuti peserta ritual dan pengunjung yang hadir. Rute arak-arakan Bakar Tongkang dimulai dari jalan klenteng selanjutnya melewati Jalan Perniagaan sampai ke lokasi ritual Bakar Tongkang.


Editor : Donald Karouw