Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan Barang Bekas Asal Malaysia

Dedi Iswandi ยท Minggu, 04 Maret 2018 - 16:32:00 WIB
Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan Barang Bekas Asal Malaysia
Bea dan Cukai Dumai, Riau menggagalkan penyeludupan sebuah kapal bermuatan barang elektronik ilegal asal Malaysia. (Foto: iNews.id/Dedi Iswandi)

DUMAI, iNews.id - Kantor Bea dan Cukai Dumai, Riau menggagalkan penyeludupan sebuah kapal bermuatan barang elektronik ilegal asal Malaysia. Ditaksir barang elektronik yang kesemuanya bekas itu bernilai Rp350 juta.

Sebuah kapal kayu dicegat oleh kapal patroli Bea dan Cukai Dumai di perairan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Setelah dibongkar muat, sejumlah barang bekas elektronik diamankan di gudang milik Bea dan Cukai Dumai. petugas kemudian akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kapal kayu tanpa bendera itu ditangkap saat sedang berlabuh tanpa ditemukan pemilik atau nakhoda kapal. Bea dan Cukai Dumai kemudian menggiring kapal tersebut Dermaga Pokla Dumai dan membongkar semua isi barang yang ada dalam kapal.

"Kapal bermuatan spare part komputer. Ada 113 buah monitor, central processing unit (CPU) 331 buah, keyboard komputer 1.831 dan ratusan ban bekas serta berbagai macam aksesoris mobil senilai Rp350 juta," ucap Humas Bea dan Cukai Dumai Khairil Anwar, Minggu (4/3/2018).

Menurutnya, barang bekas yang berasal dari Portklang Malaysia diduga telah diturunkan sebagian di sebuah pelabuhan rakyat di Bagansiapiapi. Dia menambahkan, pemilik kapal atau nakhoda sepertinya telah mengetahui kedatangan petugas sehingga memilih utnuk melarikan diri.

"Berdasarkan informasi intelijen akan ada penyelundupan barang-barang bekas asal Malaysia menuju Bagansiapiapi dengan menggunakan kapal kayu berukuran kecil," katanya.

Kapal ilegal yang membawa berbagai macam barang elektronik bekas asal Malaysia dianggap telah melanggar Undang-Undang Kepabeanan karena masuk ke Indonesia tanpa dokumen sah. "Maka tim patroli laut bea cukai Dumai melakukan observasi di perairan Bagansiapiapi," ujarnya.


Editor : Achmad Syukron Fadillah