TNI AD Kerahkan 60 Personel Evakuasi Korban Helikopter MI-17 di Pegunungan Bintang

Edy Siswanto, Antara ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 17:30 WIB
TNI AD Kerahkan 60 Personel Evakuasi Korban Helikopter MI-17 di Pegunungan Bintang
Puluhan personel TNI AD diberangkatkan ke Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua untuk mengevakuasi korban Helikopter MI-17. (Foto: iNews/Edy Siswanto)

JAYAPURA, iNews.id - Sebanyak 60 personel TNI AD dikerahkan untuk mengevakuasi korban Helikopter MI 17 yang jatuh di sekitar Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Puluhan personel TNI itu saat ini sudah berada di Oksibil dengan didukung tiga helikopter milik TNI-AD.

Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan, proses evakuasi belum dapat dipastikan kapan dilaksanakan mengingat lokasinya yang berada di tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat.

“Tadi pagi, tim sudah meninjau dari udara untuk melihat lokasi untuk mendroping personel yang akan melakukan evakuasi,” kata Dax, Selasa (11/2/2020).

Dia berharap cuaca di sekitar lokasi kejadian bersahabat mengingat lokasinya berada di ketinggian sekitar 11.000 feet.

Helikopter buatan Mil Helikopter, Rusia, itu diketahui tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD dan menerbangkan 12 penumpang termasuk lima anggota Batalion Infanteri 725/WRG.

Personel pengawak Mil Mi-17 itu adalah Kapten CPN Bambang sebagai flight engineer, Kapten CPN Aris sebagai pilot, Sersan Kepala Suriatna (T/I), Letnan Satu CPN Ahwar (kopilot), Prajurit Satu Asharul (mekanik), Prajurit Kepala Dwi Pur (mekanik), dan Sersan Dua Dita Ilham (bintara avionika).

Kemudian anggota Batalion Infanteri 725/WRG yang turut dalam penerbangan itu adalah Sersan Dua Ikrar Setya Nainggolan (komandan regu), dengan anggota Prajurit Satu Yaniarius Loe (tamtama bantuan senapan otomatis), Prajurit Satu Risno (tamtama penembak senapan 1/GLM), Prajurit Dua Sujono Kaimudin (tamtama penembak senapan 2), dan Prajurit Dua Tegar Hadi Sentana (tamtama penembak senapan 4). Helikopter MI 17 dilaporkan hilang dalam penerbangan Oksibil-Sentani sejak 28 Juni 2019.


Editor : Kastolani Marzuki