Puing Helikopter MI 17 Ditemukan di Pegunungan Bintang Papua

Chanry Andrew Suripatty, Antara ยท Senin, 10 Februari 2020 - 17:48 WIB
Puing Helikopter MI 17 Ditemukan di Pegunungan Bintang Papua
Foto diduga bangkai pesawat Helikopter MI 17 milik Penerbad TNI AD di Pegunungan Bintang, Papua beredar di media sosial. (Foto: iNews/Chanry Andrew Suripatty)

JAYAPURA, iNews.id - Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab, mengaku telah melihat puing helikopter Mil Mi-17 Hip yang berada di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Puing helikopter Mil Mi-17 Hip yang tergabung dalam Pusat Penerbangan TNI AD dengan nomor registrasi HA 5138 sempat terlihat di tebing dengan sudut hampir 90 derajat.

"Memang benar dalam penerbangan Senin pagi sekitar pukul 09.00 wit dengan menggunakan helikopter AS-350 B2 milik Demonim Air sudah melihat dari udara bersama Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka, dan Komandan Korem 172/PWY, Kolonel Infantri Binsar Sianipar. Puing-puing itu terlihat dari ketinggian 12.500 feet,” kata Asaribab, Senin (10/2/2020).

Pangdam mengatakan, saat ini sedang dilakukan berbagai persiapan untuk memindahkan korban dan berharap dukungan dari seluruh masyarakat mengingat lokasi itu masih dianggap sakral.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar misi kemanusiaan dapat dilakukan sehingga evakuasi jasad anggota TNI AD yang gugur dalam insiden tersebut dapat dievakuasi,” kata Asaribab.

Helikopter angkut sedang multiguna Mil Mi-17 nomor registrasi HA 5138 dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2019. Heli dinyatakan hilang kontang dalam penerbangan dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan pengiriman logistik bagi pos-pos TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Helikopter buatan Mil Helikopter (anak perusahan BUMN Rusia, Rostec), mengangkut tujuh pengawak anggota Pusat Penerbangan TNI AD dan lima prajurit anggota Batalion Infantri 725/WRG. Pegunungan Mandala dikenal masyarakat dengan nama Gunung Kowr, Bolom-bolom, dan masuk dalam Distrik Oksob.


Editor : Kastolani Marzuki