Tim Forensik Mabes Polri Akan Autopsi Ulang Jasad Balita di Samarinda

Maskaryadiansyah, Antara ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 02:07 WIB
Tim Forensik Mabes Polri Akan Autopsi Ulang Jasad Balita di Samarinda
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman saat meninjau lokasi penemuan korban Ahmad Yusuf Ghozali, balita 4 tahun yang tewas di aliran air di Jalan Pangeran Antasari 2 Samarinda, Kaltim, Selasa (10/12/2019). (Foto: iNews/Maskaryadiansyah)

SAMARINDA, iNews.id - Polrestabes Samarinda, Kalimantan Timur bakal mendatangkan tim Forensik dari Mabes Polri untuk melakukan autopsi ulang jasad balita, Yusuf Ahmad Ghazali (4). Upaya itu untuk memastikan penyebab kematian balita tersebut yang diduga dibunuh untuk diambil bagian organ tubuhnya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman menjelaskan, rencananya tim Forensik Mabes Polri yang dijadwalkan hadir pada Selasa (18/2) besok.“Jadi besok akan dilakukan pembongkaran makam untuk autopsi,” kata Kombes Pol Arief Budiman, Senin (17/2/2020).

Proses autopsi lanjutan ini dikatakan Arief untuk menemukan pasti penyebab kematian Yusuf, meski sebelumnya pihak kepolisian sudah pernah melakukan proses pemeriksaan forensik, dibantu oleh tim Dokter RSUD AW Sjahranie Samarinda, beberapa waktu lalu.

"Pemeriksaan forensik kemarin, untuk memastikan DNA korban, dan saat ini dilakukan autopsi untuk lebih mendalami lagi penyebab kematiannya," katanya.

Arif menyebut tim Forensik Mabes Polri ini merupakan tim terbaik, selain itu keputusan autopsi telah disepakati oleh pihak kepolisian dan keluarga. "Mungkin dari tulang saja mereka (tim forensik) bisa mengetahuinya penyebab kematian. Mereka ahlinya," katanya.

Diketahui kasus kematian balita malang yang sempat menghebohkan warga Samarinda, Yusuf Ahmad Ghazali, menunjukkan titik terang setelah pihak kepolisian menerima hasil pemeriksaan DNA dari Puslabfor Mabes Polri.

Dari hasil tersebut, dua orang bernisial SY (52) dan ML (26) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Samarinda Ulu, dengan dakwaan lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, berdasarkan pasal 359 KUHP dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun penjara.

Meski pihak kepolisian sudah menetapkan tersangka pada kasus tersebut, namun orang tua korban masih terus berupaya untuk mencari titik terang penyebab kematian putranya.


Kasus kematian Yusuf kembali viral, setelah orang tuanya korban bertemu dengan pengacara kondang, Hotman Paris di Kedai Kopi Joni, Jakarta beberapa waktu lalu.

Sambil menangis, Melisari ibu dari almarhum Ahmad Yusuf Ghazali menceritakan dugaan kematian anak kesayangannya kepada Hotman Paris.

Melalui akun official Instagram milik Hotman Paris (@hotmanparisofficial), Sabtu (15/2) lalu, pengacara kondang ini menduga kalau kematian Yusuf, menjurus pada praktek penjualan organ tubuh manusia.

Jadi sampai sekarang, belum ditemukan siapa pelaku pembunuhannya. Kemungkinan besar ada dugaan ini terjadi jual beli organ tubuh,” sebut Hotman ditujukan kepada Kapolda Kaltim, Kapolresta Samarinda dan Kapolsek Samarinda Ulu.

Seperti diketahui, warga Jalan Antasari Samarinda, Kalimantan Timur digegerkan dengan penemuan jenazah balita tanpa kepala. Jasad balita tersebut ditemukan mengapung di parit sekitar rumah warga, Minggu (8/12/2019).

Jasad balita dalam kondisi menyedihkan ini pertama terlihat oleh seorang wanita yang curiga dengan benda aneh di saluran air. Saat, diperiksa ternyata jasad bayi yang sudah tanpa kepala dan tangan. Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu diketahui berinisial AYG berusia empat tahun. Saat ini, polisi sudah melakukan prarekonstruksi untuk mengetahui rangkaian kronologi meninggalnya AYG.


Editor : Kastolani Marzuki