Tertangkap di Ancol, Buronan Korupsi Rp7,2 Miliar Dijebloskan ke Lapas Sungai Penuh

Adrianus Susandra ยท Sabtu, 14 November 2020 - 04:20:00 WIB
Tertangkap di  Ancol, Buronan Korupsi Rp7,2 Miliar Dijebloskan ke Lapas Sungai Penuh
terpidana korupsi proyek irigasi senilai Rp7,2 miliar, Ibnu Ziady digiring petugas ke Lapas Sungai penuh, Jambi. (Foto: iNews/Adrianus Susandra)

JAMBI, iNews.id – Mantan Kepala Dinas PUPR Sarolangun, Ibnu Ziady, terpidana korupsi proyek irigasi senilai Rp7,2 miliar dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sungai Penuh, Jambi, Jumat (13/11/2020) sore. Terpidana korupsi itu ditangkap tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jambi dan Kejari Sungai Penuh di apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (12/11/2020).

Ibnu Ziady tak banyak bicara saat dicegat wartawan sebelum dimasukkan ke dalam tahanan. Dia beralasan kondisi psikisnya lelah.

"Kondisi psikis saya masih lelah," ucapnya dengan kedua tangan terborgol.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Johanis Tanak mengatakan, buronan korupsi itu dibawa ke Kejati Jambi sebelum diserahkan ke jaksa kejari Sungai Penuh.

“Terpidana korupsi ini divonis 1 tahun, namun karena melakukan kasasi dinaik menjadi empat tahun penjara,” katanya.

Dia mengungkapkan, terpidana korupsi itu sempat melawan petugas gabungan saat akan ditangkap di tempat pesembunyiannya di sebuah apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara. “Ya, sempat melawan pas mau ditangkap di apartemen,” ucapnya.

Johanis Tanak menyebutkan, dalam proyek irigasi Sungai Tanduk tersebut terpidana Ibnu Ziady bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam jabatannya sebagai Kabid Pengairan Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Dia menjelaskan, setelah diajukan ke persidangan sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA), berdasarkan putusan nomor 1444 k/pid.sus/2020 tanggal 07 juli 2020 terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan oleh karena itu dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan enam bulan.

“Ketika terpidana dipanggil oleh jaksa Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk melaksanakan putusan MA, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki