Terkendala Sertifikasi Halal, Imunisasi MR di Riau Baru 26,9 Persen

Antara ยท Selasa, 25 September 2018 - 16:23:00 WIB
Terkendala Sertifikasi Halal, Imunisasi MR di Riau Baru 26,9 Persen
Ilustrasi vaksin MR. (Foto: Okezone)

PEKANBARU, iNews.id – Pencapaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Provinsi Riau masih sangat rendah. Hingga pekan terakhir bulan September ini, pencapaian imunisasi MR di daerah itu baru mencapai 26,9 persen. Ini diduga menyusul adanya pro kontra mengenai sertifikasi halal terhadap vaksin tersebut.

Dinas Kesehatan setempat menyatakan Provinsi Riau masih berada di dua terbawah dalam cakupan program imunisasi nasional itu di Indonesia."Cakupan MR nasional hingga tanggal 24 September Riau mencapai 26,9 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau, Mimi Nazir, di Pekanbaru, Selasa (25/9/2018).

Sejak diluncurkan pada Agustus lalu, pelaksanaan imunisasi MR di Riau terkendala oleh pro dan kontra vaksin yang belum mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Padahal, sejak awal Dinkes Riau menargetkan pencapaian bisa 95 persen dari 1,9 juta anak yang menjadi target vaksinasi MR.

Riau sedikit lebih baik dari Provinsi Aceh yang baru 7,2 persen dalam hal pencapaian, namun di bawah Sumatera Barat yang sudah mencapai 27,5 persen. Realisasi paling rendah di bawah 20 persen antara lain di Kota Dumai yang hanya 4,16 persen, kemudian Siak 6,75 persen dan Kota Pekanbaru 17,14 persen.

Pemerintah daerah tersebut memang menghentikan untuk sementara pemberian imunisasi karena munculnya pro dan kontra tentang kehalalan vaksin. Meski begitu, Pemkab Siak menyatakan terhitung sejak 20 September pemberikan imunisasi sudah dilanjutkan kembali.

Sementara itu, pencapaian paling tinggi adalah di Kabupaten Kuantan Singingi sebesar 54,92 persen, kemudian Pelalawan 44,02 persen, Indragiri Hulu 39,16 persen dan Rokan Hilir 38,96 persen.

Kementerian Kesehatan dalam pernyataan resminya menyatakan telah memperpanjang program pemberian layanan imunisasi MR di seluruh provinsi menjadi hingga 31 Oktober, dari sebelumnya akan berakhir pada 30 September.

"Perpanjangan kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan agar target capaian cakupan imunisasi tercapai," ungkap Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek.

Editor : Himas Puspito Putra