Terjebak 2 Hari dalam Lubang Galian, 9 Penambang di Lebak Dievakuasi Selamat

Iskandar Nasution ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 11:13 WIB
Terjebak 2 Hari dalam Lubang Galian, 9 Penambang di Lebak Dievakuasi Selamat
Petugas Basarnas membopong seorang penambang yang baru dievakuasi usai terjebak dua hari dua malam dalam lubang tambang di Lebak, Banten. (Foto: iNews/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Proses evakuasi penambang emas yang terjebak lubang galian tambang saat terjadi longsor di wilayah Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berjalan maksimal. Sedikitnya sembilan penambang lokal yang terperangkap dalam lubang galian sedalam 250 meter dievakuasi selamat, Minggu (8/12/2019).

Tim relawan dan Basarnas melakukan berbagai cara untuk mengevakuasi korban, termasuk dengan menggunakan alat berat. Prosesnya berjalan maksimal setelah petugas menyedot air dengan mesin pompa sebanyak dua buah dan bisa menyelamatkan kesembilan korban.

Kondisi mereka saat dievakuasi lemah dan syok. Para penambang ini berupaya bertahan hidup selama dua hari dua malam dalam lubang galian tanpa makan dan minum. Saat ini, mereka sudah dalam perawatan puskesmas setemat.

BACA JUGA: Longsor di Pandeglang Banten, 9 Penambang Emas Terjebak di Lubang Sedalam 500 Meter

Pengakuan Tata salah seorang penambang, awalnya tidak tahu jika terjadi longsor saat mereka menggali lubang di dalam tanah. Mereka nanti menyadari ada yang tidak beres saat air mulai masuk memenuhi rongga lubang.

“Saya gak tahu sama sekali yang terjadi di luar. Kami nanti sadar saat air masuk. Kami berusaha bertahan selama dua hari dua malam dalam lubang hingga akhirnya diselamatkan warga,” kata Tata, Minggu (8/12/2019).

Dia mengaku masih trauma dengan apa yang telah dialaminya. Jika diberi pilihan, Tata tak ingin lagi masuk ke dalam lubang galian tambang.

“Sekarang jadi takut. Saya sudah gak ada keberanian lagi masuk ke lubang tambang,” katanya.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Siti Huriah mengatakan, dari sembilan orang ada delapan yang kini masih dalam penanganan perawatan untuk pemulihan. Kondisi mereka stabil.

“Ada delapan penambang dan tujuh dengan kondisi baik. Satu orang masih kami observasi dan sudah diinfus,” katanya.

Sebelumnya banjir bandang dan longsor merusak desa mereka. Ada sebanyak 22 rumah warga yang rusak parah akibat kejadian ini. Longsor ini menutupi daerah tambang rakyat hingga menyebabkan sembilan orang yang saat kejadian berada dalam lubang terperangkap.


Editor : Donald Karouw