Tenaga Medis yang Diduga Lecehkan dan Peras Penumpang di Bandara Soetta Resmi Tersangka

Hasnugara ยท Selasa, 22 September 2020 - 14:37:00 WIB
Tenaga Medis yang Diduga Lecehkan dan Peras Penumpang di Bandara Soetta Resmi Tersangka
Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra memberikan keterangan terkait penanganan kasus dugaan pemerasan dan pelecehan seksual oleh tenaga medis kepada penumpang, Selasa (22/9/2020). (Foto: iNews/Hasnugara)

TANGERANG, iNews.id – Penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) masih terus menggali keterangan dan bukti kasus pelecehan seksual dan pemerasan yang menimpa penumpang pesawat. Saat ini, penyidik baru menetapkan tenaga medis kimia farma diagnostika berinisial EFY tersebut sebagai tersangka kasus pemerasan dan penipuan.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, penyidik Reskrim Polres Bandara Soetta menjemput bola dengan mendatangi korban berinisial L ke Bali yang hingga kini masih mengalami trauma berat. Korban yang sebelumnya menjadi penumpang pesawat mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan pemerasan oknum tenaga medis kimia farma diagnostika pada saat rapid test.

Dalam pertemuan dengan korban, penyidik mendapatkan laporan resmi dan keterangan secara detail kejadian yang dialami korban. Keterangan ini diperlukan petugas kepolisian untuk meningkatkan kasus menjadi penyidikan sehingga dapat dibawa ke meja hukum.

“Korban sudah resmi membuat laporan dan memberikan keterangan terkait apa yang terjadi. Penyidik memberikan kesimpulan sementara terdapat pemerasan dan penipuan sehingga EFY dapat ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, Selasa (22/9/2020).

Adi mengatakan, penetapan tersangka ini karena alat bukti pemerasan dan penipuan sudah memenuhi unsur pidana. Dalam laporan korban disebutkan, pelaku memeras korban dengan cara memintanya mengirimkan uang lewat transfer bank sebesar Rp1,4 juta untuk biaya rapid test saat akan terbang ke Nias, Sumatera Utara (Sumut), Minggu, 13 September lalu.

“Dari penyidikan, besar kemungkinan yang bersangkutan melakukan penipuan dan pemerasan karena jumlah yang dibayarkan korban tidak sesuai dengan yang ditetapkan,” katanya.

Sementara untuk tindak pelecehan yang dilakukan tersangka, penyidik masih mengumpulkan alat bukti. L dalam laporannya mengatakan, merasa diperlakukan tidak senonoh dan mendapat tindakan pelecehan seksual dari EFY. Korban mengaku dicium dan dadanya dipegang oleh tersangka.

“Untuk kasus pelecehan, kami masih memerlukan bukti-bukti lebih lanjut untuk menjerat tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual,” kata Kombes Pol Adi Ferdian Saputra.

Sejauh ini, penyidik juga sudah meminta keterangan dari beberapa saksi. Selain itu, rekaman CCTV pengawas di Bandara Soetta sudah diperiksa sehingga penyidik Polres Bandara Soetta dapat mengumpulkan alat bukti pendukung guna menjerat oknum EFY, tenaga medis kimia farma diagnostika menjadi tersangka.

“Kami akan berupaya mengungkap secara terang-benderang kasus pelecehan seksual ini,” katanya.

Adi mengatakan, Polres Bandara Soetta juga segera memanggil tersangka EFY untuk pemeriksaan terkait kasus dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukannya terhadap korban L.

“Kami akan layangkan surat panggilan kepada EFY besok untuk dimintai keterangan. Kami harapkan EFY datang dan kooperatif kepada penyidik,” ujarnya.

Editor : Maria Christina