Tempat Wisata di Banten Lama, Ada Koleksi Benda Purbakala Meriam dari Ottoman Turki

Reza Rizki Saputra ยท Jumat, 16 September 2022 - 20:00:00 WIB
Tempat Wisata di Banten Lama, Ada Koleksi Benda Purbakala Meriam dari Ottoman Turki
Objek wisata di Banten Lama cocok bagi yang menyukai wisata sejarah untuk menambah pengetahuan. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id).

SERANG, iNews.id - Objek wisata di Banten Lama cocok bagi yang menyukai wisata sejarah. Wisata di lokasi ini merupakan kawasan situs sejarah yang berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. 

Lokasinya berjarak 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Serang dengan waktu tempuh 30 menit. Selain itu, letaknya relatif tidak jauh dari Kota Jakarta dengan jarak tempuh dua jam dari Jakarta. 

Terdapat beberapa objek wisata di Banten Lama yang didukung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim sebagai ikon dari Provinsi Banten. 

Berikut objek wisata di Banten Lama yang telah dirangkum dari berbagai sumber: 

1. Keraton  Surosowan

Merupakan kediaman para Sultan Banten dari Sultan Maulana Hasanuddin hingga Sultan Haji yang pernah berkuasa pada tahun 1672 hingga 1687. Keraton ini dibangun pada 1552. 

Keraton Surosowan ini telah mengalami penghancuran beberapa kali hingga saat ini. Kehancuran total yang pertama kali terjadi ketika “perang saudara” antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putra mahkota Sultan Haji yang dibantu oleh VOC pada 1680. 

Akibat perang ini, Keraton Surosowan dibumihanguskan oleh Sultan Ageng Tirtayasa sebelum melanjutkan perlawanan dari Tirtayasa. Pada masa kejayaan Banten disebut dengan Kota Intan. 

Bukti itu ditunjukan di Keraton Surosowan yang  dibangun mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng  berbentuk intan) pada empat sudut bangunannya.

Keraton Surosowan ini memiliki tiga gerbang masuk, masing-masing terletak di sisi utara, timur dan selatan. Namun, pintu selatan telah ditutup dengan tembok, tidak diketahui apa sebabnya. 

Pada bagian tengah keraton terdapat sebuah bangunan kolam berisi air berwarna hijau, yang dipenuhi oleh ganggang dan lumut. Di keraton ini juga banyak ruang di dalam keraton yang berhubungan dengan air atau mandi-mandi (petirtaan). 

Salah satu yang terkenal adalah bekas kolam taman, bernama Bale Kambang Rara Denok. Ada pula pancuran untuk pemandian yang biasa disebut “pancuran mas”.

Kolam Rara Denok berbentuk persegi empat dengan panjang 30 meter dan lebar 13 meter serta kedalaman kolam 4,5 meter. Terdapat dua sumber air di Surosowan yaitu sumur dan Danau Tasikardi yang terletak sekitar dua kilometer dari Surosowan. 

Kolam ini merupakan tempat untuk mandi bagi para penghuni keraton, khususnya para selir dan bidadari kerajaan saat itu. Maka itu, banyak orang yang menyebut kolam ini dengan sebutan kolam pemandian delapan bidadari.

2. Keraton Kaibon

Dibangun untuk kediaman Ratu Aisyah. Sang ratu merupakan ibunda Sultan Syaifudin. Kaibon artinya keibuan. Kala itu Sang Sultan ke-21 itu masih belia, umurnya baru lima tahun sehingga belum bisa memegang tampuk pemerintahan.

Arsitektur Keraton Kaibon ini unik karena dikelilingi  saluran air. Keraton Kaibon dihancurkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1832, bersamaan dengan keraton Surosowan. 

Kini, yang masih tersisa hanya lah gerbang dan pintu-pintu besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa yang modelnya khas Bugis.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: