Tangkap 4 Kapal Vietnam di Natuna, Baharkam Selamatkan 2.340 Ton Ikan Senilai Rp1 Triliun

Antara ยท Selasa, 31 Agustus 2021 - 16:25:00 WIB
Tangkap 4 Kapal Vietnam di Natuna, Baharkam Selamatkan 2.340 Ton Ikan Senilai Rp1 Triliun
Dua Kapal Ikan Berbendera Vietman di Laut Natuna Utara Ditangkap (Foto: Istimewa)

BATAM, iNews.id - Baharkam Polri menangkap empat kapal ikan berbendera Vietnam yang melakukan illegal fishing atau penangkapan ikan ilegal di wilayah ZEE Laut Natuna Utara. 

Dari penangkapan empat kapal itu, petugas menyelamatkan 2.240 ton ikan yang jika dikonversikan sebesar Rp 1 triliun.

Petugas juga mengamankan 40 anak buah kapal (ABK) yang kini masih dalam pemeriksaan 

"Pada 27 Agustus, dilakukan penangkapan oleh kapal patroli Bisma 8001, menangkap empat kapal berbendera Vietnam," kata Kepala Baharkam Polri Komjen Arif Sulistyanto di Batam, Selasa (31/8/2021?.

Keempat kapal yang menangkap ikan di wilayah RI itu kini ditarik ke Dermaga Batuampar, Kota Batam sebagai barang bukti bersama sekitar 1 ton ikan hasil tangkapan ilegal. Pihaknya juga mengamankan empat nakhoda dan 36 awak kapal berkebangsaan Vietnam.

Dia menyatakan, karena tempat kejadian perkara di wilayah ZEE, maka pihaknya melimpahkan perkara itu kepada penyidik PNS PSDKP, dibantu penyidik Polair Baharkam Polri.

"Kami terbiasa bekerja bersama-sama, karena semua tugas yang diberikan negara adalah tugas bersama, walau berbeda aturan UU yang menjadi tupoksi , tapi itu tidak menghambat kami berkolaborasi," ucap dia.

Direktur Jenderal PSDKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan sesuai UU No.45 tahun 2009 mengamanatkan PSDKP untuk menerima limpahan penyidikan penangkapan ikan di wilayah ZEE.

"Kami dengan segala hormat akan laksanakan penyidikan pelimpahan Baharkam untuk menuntaskan apa yang menjadi indikasi pelanggaran illegal fishing," kata dia.

Dia menegaskan komitmennya menjaga Wilayah Pengelolaan Perikanan sumber daya alam perikanan dari pelaku illegal fishing hingga kapan pun juga.

Penangkapan empat kapal Vietnam di Wilayah Natuna merupakan hasil sinergitas semua aparat penegak hukum di laut.

"Tidak ada kata kompromi dalam membasmi 'illegal fishing' di wilayah perikanan RI," kata dia.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: