Tambah 3 Kapal Perang di Natuna, TNI Intensifkan Patroli 24 Jam

Gusti Yennosa ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 01:00 WIB
Tambah 3 Kapal Perang di Natuna, TNI Intensifkan Patroli 24 Jam
Prajurit TNI AL di atas KRI Tjiptadi-381 saat mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat).

BATAM, iNews.id - Pasukan gabungan TNI terus melakukan operasi di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau lantaran Kapal Coast Guard China masih bertahan mengawal kapal-kapal pencuri ikan. TNI juga menambah kekuatan dengan mengerahkan tiga kapal perang. Sehingga total ada delapan kapal perang yang dioperasikan.
 

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Laksamana Madya TNI, Yudo Margono mengatakan, TNI akan terus mengusir kapal-kapal nelayan China keluar dari teritorial Indonesia.

“TNI kembali menurunkan armada tambahan kapal perang sebanyak tiga unit. Sehingga total armada kapal perang berjumlah delapan unit,” katanya, Senin (6/1/2020).


Yudo mengatakan, operasi tersebut akan terus dilakukan 24 jam dan tidak ada batas waktu hingga kapal kapal asing tersebut meninggalkan wilayah teritorial Indonesia.

 

Menurut Yudo, puluhan kapal nelayan asing itu makin berani melakukan aksi pencurian ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia laut Natuna dengan jarak lebih kurang 130 mil dari Ranai, Natuna, Kepulauan Riau.

 

BACA JUGA:

 

Dijaga TNI, Nelayan Natuna Tak Lagi Takut Melaut

 

Kapal China Masih Bertahan di Natuna, TNI Tambah Kekuatan

TNI terus melakukan komunikasi aktif dengan kapal coast guard China, namun pendekatan secara persuasif tersebut tidak diindfahkan karena pihak China menganggap aktivitas mereka legal.

 

“TNI akan terus memperkuat kekuatan di perairan Natuna, tepatnya di perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Patroli gabungan dilakukan dan disiagakan 24 jam tanpa batas waktu, karena kapal coast guard berbendera China melakukan pelanggaran wilayah dan melakukan pengawalan terhadap kapal nelayan asing yang melakukan aktivitas pencurian ikan,” paparnya.


Yudo menegaskan, jika nantinya kapal-kapal asing itu tetap berkeras bertahan, TNI akan melakukan operasi penegakan hukum di laut ZEE. Selanjutnya kapal ikan asing akan diperiksa dan ditangkap, serta diproses hukum.

Sebab, sesuai hukum internasional untuk pelanggaran wilayah coas guard hanya akan diusir sesuai hukum internasional. “Untuk kapal-kapal ikan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan Indonesia, harus ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan hukum Indonesia,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki